Sinergi Polri dan Muhammadiyah, Jaga Kesejukan Nganjuk

NGANJUK. SRTV.CO.ID – Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, menjabat erat tangan Ketua PDM Muhammadiyah Kabupaten Nganjuk Juwari, S.Pd, sebuah momen yang menjadi simbol dari kerja sama yang lebih dalam antara lembaga keamanan dan organisasi keagamaan dalam memperkuat harkamtibmas. Selasa (10/2/2026) di kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Nganjuk Jalan Ahmad Yani No.147.

Bukan pertama kalinya Polres Nganjuk menjalin kolaborasi dengan elemen agama. Namun, pertemuan kali ini membawa nuansa berbeda, bukan hanya berbicara tentang penindakan, melainkan lebih fokus pada pendekatan preventif yang mengakar pada nilai-nilai agama dan persatuan masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi peran Muhammadiyah sebagai organisasi keagamaan yang konsisten dalam menjaga kesejukan dan persatuan. Sinergi antara Polri dan tokoh agama menjadi kunci penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Nganjuk,” ujar AKBP Suria Miftah Irawan saat membuka audiensi.

Kapolres menegaskan, keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang memiliki akses dan pengaruh positif di tengah warga.

Di lingkungan masyarakat Nganjuk, tokoh agama seringkali menjadi figur yang dipercaya dan dijadikan rujukan dalam berbagai permasalahan. Hal ini yang membuat kerja sama dengan organisasi seperti Muhammadiyah menjadi sangat strategis. Melalui dakwah dan kegiatan edukatif yang dilakukan secara berkelanjutan, Muhammadiyah mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat, mulai dari kalangan muda hingga lansia.

Juwari, yang telah mengemban tugas sebagai Ketua PDM Muhammadiyah Kabupaten Nganjuk selama beberapa tahun, mengakui bahwa peran organisasi keagamaan dalam menjaga stabilitas sosial tidak bisa disepelekan.

“Kami siap bersinergi dengan Polres Nganjuk dalam menjaga harkamtibmas. Muhammadiyah berkomitmen untuk terus berperan aktif melalui dakwah yang menyejukkan serta edukasi kepada masyarakat agar senantiasa menjaga persatuan dan ketertiban,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa beberapa program yang telah direncanakan antara lain adalah penyelenggaraan dialog antarumat beragama, pelatihan kepemimpinan pemuda yang berbasis nilai-nilai positif, serta sosialisasi tentang pentingnya menghindari segala bentuk gangguan yang dapat merusak ketertiban. Semua program ini akan dilakukan secara bersama dengan pihak kepolisian untuk memastikan efektivitasnya.

Kapolres juga mengungkapkan bahwa Polres Nganjuk terbuka terhadap masukan dari seluruh elemen masyarakat. “Kita ingin membangun pendekatan yang humanis, di mana keamanan tidak hanya dicapai melalui aturan dan penindakan, tapi juga melalui pemahaman dan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks, tantangan dalam menjaga keamanan dan ketertiban juga terus berkembang. Mulai dari masalah narkotika, konflik antarwarga, hingga potensi penyebaran informasi yang tidak benar yang dapat memecah belah persatuan. Oleh karena itu, sinergi antara Polri dan organisasi keagamaan dianggap sebagai langkah yang tepat untuk menangkal berbagai ancaman tersebut.

Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kesepahaman ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat. Tidak hanya sebatas wacana, namun diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Nganjuk. Dengan demikian, tercipta lingkungan yang aman, damai, dan harmonis – di mana setiap orang dapat menjalankan aktivitasnya dengan tenang dan penuh rasa aman.

Reporter : Etna
Editor : Tim Redaksi SRTV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *