Lamongan, SRTV.CO.ID – Polres Lamongan mengerahkan 92 personel dalam Operasi Kepolisian Kewilayahan Keselamatan Semeru 2026. Operasi tersebut resmi dimulai melalui Apel Gelar Pasukan yang digelar di Lapangan Mako Polres Lamongan, Senin (2/2/2026) pagi.
Apel gelar pasukan dipimpin Wakapolres Lamongan Kompol Jodi Indrawan dan diikuti Pejabat Utama Polres Lamongan, para Kapolsek jajaran, serta personel yang terlibat dalam operasi. Kegiatan ini menandai kesiapan akhir pelaksanaan operasi yang berlangsung selama 14 hari.
Selain personel Polri, Operasi Keselamatan Semeru 2026 juga didukung instansi terkait, antara lain Kodim 0812 Lamongan, Subdenpom Lamongan, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Lamongan. Rangkaian apel diawali laporan kesiapan pasukan dan dilanjutkan penyematan pita tanda operasi sebagai simbol dimulainya kegiatan.
Dalam amanatnya, Kompol Jodi Indrawan menegaskan bahwa operasi digelar mulai 2 hingga 15 Februari 2026 dengan tujuan menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas), khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.
“Operasi ini bertujuan menciptakan lalu lintas yang aman dan nyaman bagi masyarakat, sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan,” ujarnya.
Selama operasi berlangsung, Polres Lamongan akan mengoptimalkan edukasi tertib berlalu lintas melalui media sosial dan media cetak, meningkatkan patroli di titik rawan pelanggaran maupun rawan bencana, serta melakukan penegakan hukum secara selektif, humanis, dan transparan dengan memanfaatkan sistem ETLE.
“Kami mengedepankan pendekatan edukatif, disertai penindakan yang terukur dan profesional,” tegasnya.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Lamongan AKP I Made Jata Wiranegara menjelaskan sejumlah pelanggaran yang menjadi sasaran prioritas, antara lain pengendara tidak menggunakan helm SNI, tidak memakai sabuk pengaman, menggunakan ponsel saat berkendara, melawan arus, berkendara di bawah pengaruh alkohol, pengendara di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, serta melampaui batas kecepatan.
“Penindakan tetap mengedepankan pendekatan humanis dan edukatif agar kesadaran masyarakat semakin meningkat,” pungkasnya.*
Reporter : Suprapto
Editor : AMS












