NGANJUK, SRTV.CO.ID – Tak hanya melindungi ternak, tapi juga menyelamatkan kehidupan banyak keluarga, Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Nganjuk melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan siap bergerak cepat melindungi usaha peternak dengan menyiapkan hingga 7.500 dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Program vaksinasi ini akan berjalan dengan sinergi kuat bersama TNI-Polri, sebagai benteng pertahanan terhadap penyakit yang bisa menghancurkan ekonomi dan kehidupan peternak sekaligus.
Acara yang menjadi bagian dari inisiatif nasional Kementerian Pertanian ini, bukan hanya fokus pada kesehatan hewan, melainkan juga pada kelangsungan hidup ratusan keluarga yang bergantung pada sektor peternakan.
“Kita bekerja sama dengan Kodim 0810 dan Polres Nganjuk agar setiap peternak di 20 kecamatan bisa terjangkau dan terlindungi,” ujar Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ery Cahyono, Senin (2/2).
Dispertan Nganjuk mendapatkan alokasi sebanyak 300 botol vaksin PMK yang dapat menghasilkan 7.500 dosis untuk melindungi berbagai jenis ternak seperti sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi.
PMK merupakan penyakit menular akut dengan tingkat penularan hingga 90–100 persen, yang tidak hanya membahayakan kesehatan hewan tapi juga bisa membuat usaha peternak runtuh dalam sekejap.
“Kita tidak bisa bekerja sendirian, sinergi dengan semua pihak menjadi kunci utama untuk menangkal PMK,” tambah Ery Cahyono.
Untuk itu, akan dibentuk Tim Pelayanan Kesehatan Hewan yang terdiri dari dokter hewan profesional, paramedik veteriner, dan petugas pencatat yang menggunakan Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS).
Kerja sama juga diperkuat dengan pemerintah kecamatan, desa, dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang akan membantu menyebarkan informasi penting ini ke setiap pelosok daerah.
Sosialisasi intensif menjadi fokus utama agar peternak memahami bahwa vaksinasi bukan hanya tentang kesehatan ternak, tapi juga tentang menjaga mata pencaharian dan masa depan keluarga. Banyak peternak di Nganjuk yang telah merasakan kerugian akibat PMK, sehingga kesadaran akan perlindungan ini sangat dibutuhkan.
“Kita berharap program ini tidak hanya bisa menekan penyebaran penyakit, tapi juga menjadi awal dari upaya menjaga keberlanjutan sektor peternakan yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” jelas Ery.
Melalui sinergi lintas sektor yang solid, diharapkan tidak satu pun usaha peternak di Nganjuk akan lagi terserang PMK dan kehilangan sumber kehidupan mereka.
Reporter. : Ina Dwi Fatimah
Editor : MPB












