Jakarta, SRTV.CO.ID – Ketika dunia terus menyaksikan derita rakyat Gaza, Indonesia mengambil langkah diplomasi yang penuh tantangan melalui Board of Peace (BOP). Di balik keputusan untuk terlibat aktif bersama tujuh negara berpenduduk mayoritas muslim lainnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan strategi matang yang tidak hanya fokus pada henti senjata jangka pendek, tetapi juga menjaga prinsip tak tergoyahkan: solusi dua negara (Two-State Solution) sebagai harga mati.
Pertemuan yang berlangsung pada Rabu (4/2/2026) lalu dengan sejumlah mantan Menteri Luar Negeri dan pegiat diplomasi menjadi titik balik dalam memahami arah kebijakan luar negeri Indonesia terkait konflik Palestina-Israel.
Hadir nama-nama besar seperti Hassan Wirajuda, Alwi Shibab, Retno Marsudi, dan Dino Patti Djalal, yang tidak hanya memberikan apresiasi, tetapi juga masukan serta kritik untuk memperkuat posisi tawar Indonesia.
Anggota DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menegaskan bahwa partisipasi Indonesia bukan tanpa dasar. Dua kali pertemuan telah dilakukan bersama negara-negara seperti Arab Saudi, Turki, Mesir, dan Yordania untuk menyusun sikap bersama.
“Tujuan utama jangka pendek adalah jelas, hentikan pembunuhan rakyat Gaza dan buka akses bantuan kemanusiaan. Jika ini saja tidak bisa tercapai, Indonesia siap menarik diri,” jelasnya.
Meskipun banyak pihak yang mengkhawatirkan pengaruh Ketua BOP Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu, Presiden Prabowo menekankan bahwa setiap langkah diplomasi, termasuk kontribusi dana dan pemikiran, sepenuhnya difokuskan pada kesejahteraan rakyat Palestina.
BOP dianggap sebagai satu-satunya inisiatif aktif saat ini yang mampu menghentikan pembantaian di Gaza, meskipun berada di luar bingkai PBB.
Langkah pragmatis ini menunjukkan bagaimana Indonesia berusaha menyeimbangkan antara kepentingan kemanusiaan segera dan prinsip yang telah dijunjung tinggi selama puluhan tahun.
Dengan membuka diri untuk masukan dari para pakar, pemerintah berusaha memastikan bahwa setiap langkah yang diambil tidak akan menyimpang dari tujuan utama: kemerdekaan Palestina dan keadilan bagi rakyatnya.
Reporter : Kendy S
Editor : Tim Redaksi SRTV












