JOMBANG SRTV.CO.ID – Ratusan warga Kecamatan Diwek dan Jogoroto antusias menghadiri acara Sarasehan Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Wiwin Sumrambah. Pagelaran sarasehan bertajuk “Sosialisasi Membangun Karakter Demokratis Melalui Pendidikan Berbasis Pancasila” tersebut, berlangsung di aula balai Desa Ceweng pada Minggu (22/02/2026)
Kegiatan itu menjadi ruang diskusi terbuka mengenai arah demokrasi di tengah derasnya arus informasi dan dinamika media sosial. Dalam paparannya, Wiwin menekankan bahwa pendidikan politik berbasis Pancasila merupakan fondasi utama untuk menjaga kualitas demokrasi.
Menurut dia, kebebasan berekspresi yang kian luas harus tetap berada dalam koridor etika dan nilai kebangsaan. “Sebagai wakil rakyat, kami punya tanggung jawab moral untuk mengajak masyarakat berpolitik secara demokratis dan beretika. Demokrasi tanpa nilai Pancasila bisa kehilangan arah,” ujar Wiwin di hadapan peserta.
Ia menyoroti fenomena media sosial yang memungkinkan siapa pun menyampaikan pendapat, mulai dari tokoh publik hingga masyarakat biasa. Di satu sisi, hal itu menjadi indikator sehatnya demokrasi. Namun di sisi lain, kebebasan yang tak terkendali berpotensi memicu polarisasi.
“Kritik kepada pemerintah adalah bagian dari demokrasi. Tapi jangan sampai kebebasan itu lepas dari nilai-nilai Pancasila,” kata legislator Fraksi PDI Perjuangan tersebut.
Wiwin menegaskan, pendidikan Pancasila tidak boleh berhenti sebagai materi di ruang kelas. Nilai-nilainya, seperti musyawarah, gotong royong, dan penghormatan terhadap perbedaan, harus diwujudkan dalam praktik kehidupan sehari-hari, termasuk dalam perbedaan pilihan politik.
Ia memastikan kegiatan sosialisasi semacam ini akan terus dilakukan sebagai bagian dari tugas konstitusional anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dalam menyebarluaskan wawasan kebangsaan.
“Kalau karakter demokratis ini kuat, kualitas kepemimpinan yang lahir ke depan juga akan semakin baik,” ujarnya.
Sarasehan tersebut juga menghadirkan dua narasumber, yakni Sumrambah, mantan Wakil Bupati Jombang, serta Donny Anggun, Wakil Ketua I DPRD Jombang.
Dalam pemaparannya, Sumrambah menilai demokrasi Indonesia memiliki karakter khas yang berbeda dengan negara lain karena berakar pada Pancasila.
“Kita ini negara besar dengan keberagaman luar biasa. Kalau tidak kembali ke Pancasila, demokrasi bisa mudah terpecah oleh kepentingan sesaat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendidikan politik harus dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga dan lingkungan sekitar. Karakter demokratis, menurut dia, tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses pembelajaran yang berkelanjutan.
Sementara itu, Donny Anggun mengajak masyarakat untuk tidak apatis terhadap proses demokrasi. Partisipasi, kata dia, tidak hanya diwujudkan dalam pemilu lima tahunan, tetapi juga dalam diskusi publik dan pengawalan kebijakan.
“Demokrasi adalah bagaimana kita menghargai perbedaan, menyampaikan aspirasi dengan santun, dan bersama-sama mengawal kebijakan publik. Pilihlah pemimpin dengan pertimbangan akal dan hati, bukan sekadar apa yang tampak di permukaan,” ujarnya.
Diskusi ini berlangsung interaktif. Sejumlah peserta mengajukan pertanyaan mengenai polarisasi politik, pendidikan karakter di sekolah, hingga tantangan generasi muda dalam menjaga nilai kebangsaan di era digital.
Sarasehan ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen peserta untuk terus merawat demokrasi yang beretika dan berlandaskan Pancasila di Kabupaten Jombang.
Reporter : Faiz Hasan
Editor : Tim Redaksi SRTV
