Jombang, SRTV.CO.ID – Di tengah hamparan lahan pertanian yang banyak menghasilkan pisang dan sayuran di Desa Penggaron, Kecamatan Mojowarno, sebuah cerita inspiratif tumbuh dari tangan terampil seorang ibu rumah tangga bernama Suharminiwati, Ibu Rumah Tangga (IRT) berusia 42 tahun dengan dua anak ini, berhasil mengubah apa yang biasa dianggap sebagai limbah, bonggol pisang dan sayuran kenikir, menjadi produk keripik yang meraih cuan jutaan rupiah setiap bulan.
Pada tahun 2021, ketika aktivitas ekonomi banyak terhenti akibat pandemi covid 19, Suharminiwati melihat peluang di tengah kesulitan. Banyak tetangga yang menjual pisang matang namun membuang bonggolnya begitu saja, sementara kenikir di pekarangan rumah tumbuh subur tanpa banyak dimanfaatkan.
“Awalnya cuma mau coba-coba. Saya pikir, daripada buang percuma, lebih baik saya olah jadi sesuatu yang bisa dimakan,” cerita Suharminiwati sambil menunjukkan rak-rak berisi kemasan keripik yang siap dijual.
“Saat itu juga butuh tambahan uang untuk biaya sekolah anak-anak, jadi saya tekun terus meski awalnya penjualannya hanya ke tetangga dekat saja.” Tambahnya.
Dari usaha kecil yang hanya menghasilkan puluhan ribu rupiah per hari, kini omset usahanya mencapai 5 hingga 8 juta rupiah setiap bulan, angka yang cukup mengagumkan untuk sebuah UMKM yang dikelola sendirian dari rumah.
Rahasia Keripik yang Gurih dan Crunchy
Proses pembuatan keripik kenikir dan bonggol pisang tidak sesederhana menggoreng bahan saja. Ada sentuhan khusus yang membuat produknya berbeda dari keripik biasa.
Setelah membersihkan dan memotong kenikir serta bonggol pisang menjadi potongan kecil, Suharminiwati membuat adonan khas dari tepung terigu yang dicampur dengan telur ayam dan bumbu rahasia yang dia kembangkan sendiri selama bertahun-tahun.
Bahan dasar kemudian dilapisi dengan adonan tersebut secara merata sebelum memasuki tahap penggorengan. “Salah satu kuncinya adalah penggorengan yang dilakukan dua kali,” ungkapnya sambil menunjukkan wajan penggorengan yang sudah digunakan sejak awal berbisnis.
“Pertama kali digoreng dengan api kecil untuk matangkan bagian dalam, kemudian digoreng lagi dengan api sedang agar teksturnya jadi crunchy dan tidak cepat lembek.” Ungkapnya
Hasilnya adalah keripik dengan rasa yang khas, ada varian original yang menyimpan cita rasa alami bahan dasar, varian coklat yang cocok untuk pecinta manis, hingga varian pedas manis yang menjadi favorit banyak konsumen muda. Harganya sangat terjangkau, mulai dari 10 ribu rupiah untuk kemasan kecil hingga 15 ribu rupiah untuk kemasan besar.
Awalnya hanya menjual ke tetangga dan warung dekat rumah, kini produk keripik unik ini sudah dikenal hingga ke beberapa kota di Jawa Timur, seperti Surabaya, Malang, dan Madiun. Banyak konsumen yang datang langsung ke rumahnya untuk membeli, bahkan ada yang memesan secara online melalui media sosial.
“Kini saya juga mulai menerima pesanan untuk acara keluarga atau souvenir pernikahan, beberapa ibu-ibu di desa juga sudah mulai belajar dari saya, saya sangat senang bisa membantu mereka juga mendapatkan penghasilan tambahan.” Tuturnya.
Cerita sukses Suharminiwati menjadi bukti bahwa kreativitas dan kerja keras bisa mengubah sesuatu yang dianggap tidak berharga menjadi sumber keberkahan. Dia berharap cerita dirinya bisa menginspirasi lebih banyak orang, terutama ibu rumah tangga, untuk tidak takut memulai usaha dari hal yang sederhana.
“Jangan pernah meremehkan apa yang ada di sekitar kita. Bonggol pisang yang biasanya dibuang, bisa jadi penghasilan yang mencukupi kebutuhan keluarga. Yang penting kita mau berpikir kreatif dan tidak mudah menyerah,” pungkasnya.
Reporter : Faiz Hasan
Editor : Tim Redaksi SRTV
