WISATA  

Belajar Ramuan Sinshe di Jombang, Pemilik Gerai STMJ Veteran, Sukses Naik Haji 3 Kali Umrah 7 Kali

Nganjuk, SRTV.CO.ID – Ketika kebanyakan orang sudah beristirahat atau berkumpul dengan keluarga, jam tujuh malam tepatnya, Hajjah Ninik Mujiati sudah berdiri di gerai kecilnya di Jalan Veteran Kota Nganjuk.

Tangan yang terlatih cekatan mengolah ramuan STMJ, wajahnya selalu terpampang senyum hangat meskipun sudah 14 tahun menjalankan bisnis ini sendirian. Pakai hijab dan baju sar’i yang selalu rapi, single mom berusia 47 tahun ini tak pernah mengeluh karena setiap gelas STMJ yang terjual adalah langkah untuk memenuhi kebutuhan anaknya dan mewujudkan impian ibadah yang besar.

Tiga kali menjejakkan kaki di Tanah Suci untuk haji, dan tujuh kali melaksanakan umrah. ” Semoga bisa menjadi inspirasi bagi yang lain, terutama ibu tunggal seperti saya,” ucapnya dengan mata yang sedikit mengkilap saat berbincang dengan SRTV.CO.ID pada Minggu (1/2) malam.

Tinggal di Jalan Brantas No.10 Kelurahan Werungotok, ia telah menghadapi segala tantangan seorang diri sejak membuka gerai pada tahun 2012. Namun status sebagai ibu tunggal bukanlah beban, justru menjadi api yang membakar semangatnya untuk bekerja lebih keras, membuktikan bahwa wanita bisa meraih kesuksesan tanpa harus bergantung pada orang lain.

Sebelum fokus pada bisnis STMJ, Hajjah Ninik pernah belajar ilmu sinshe atau pengobatan Tionghoa di Jombang. Pengalaman itu memberinya pemahaman mendalam tentang ramuan alami dan membuatnya menguasai resep istimewa ma’jun dari akar-akaran.

“Semua ramuan kami tanpa bahan kimia. Saya pelajari dengan saksama saat belajar di Jombang,” jelasnya, sambil menyiapkan porsi STMJ untuk pembeli yang datang berderet.

Tak hanya nikmat, STMJ varian ITB yang ia jual juga dikenal memiliki khasiat yang terasa. Bagus Jati Kusumo warga Tanjung Green Regency mengaku sering membeli karena bisa menambah stamina setelah bekerja seharian. “Rasanya sangat nikmat,” ucap bos media ini.

Sofyan Hanafi yang berkantor di Kota Nganjuk juga memberikan pujian serupa, dengan minum STMJ ITB badannya jadi lebih fresh dan semakin semangat “Dibadan terasa enak dan rasanya plong banget, tidak heran kalau selalu cepat habis.” Katanya

Perjuangan Hajjah Ninik tak hanya sebatas STMJ. Sejak tahun 2004, ia sudah menjalankan usaha pembesaran ikan patin dan gurami di kolam seluas 18×40 meter.

Bahkan di masa pandemi COVID-19 yang menyulitkan banyak orang, bisnisnya tetap berkembang, gerai hanya buka dua jam saja habis terjual, dan hasilnya digunakan untuk membangun kos-kosan. “Waktu Covid, Alhamdulillah hanya buka dua jam sudah habis, hasilnya bisa untuk membangun kos kosan,” tuturnya

Kesuksesannya terus berkembang. Di tahun 2024, ia berhasil membeli dua kavling rumah yang digabung menjadi satu di Nganjuk. Selain itu, selama 4 tahun terakhir, ia juga membuka usaha travel haji dan umrah, yang menjadi kelanjutan dari impian ibadahnya sendiri. “Dari kerja keras setiap hari, setiap tetes keringat itu saya himpun dengan cermat,” katanya.

Kisah Hajjah Ninik membuktikan bahwa status hidup bukanlah penghalang untuk meraih impian. Dengan menggabungkan pengetahuan tradisional dan tekun berjualan, ia menunjukkan bahwa setiap usaha yang ditanamkan dengan hati akan menghasilkan buah yang manis.

Reporter. : Ina Dwi Fatimah
Editor : MPB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *