JOMBANG SRTV.CO.ID – Ngabuburit ala santri Pondok Pesantren memang sangat beda dengan ngabuburit pada remaja diluar pondok, jika remaja diluar pondok ngabuburit dengan berkumpul bersama teman di lahan terbuka hijau, memancing, atau bermain untuk menunggu waktunya berbuka di Ponpes Hamalatul Qur’an Jombang ngabuburit dimanfaatkan untuk setoran hafalan Alquran
Begitulah daya tarik cara ngabuburit para santri hafidz di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an, Jogoroto, Jombang, Jawa Timur. Cukup menarik, waktu luang menjelang berbuka puasa mereka gunakan untuk memperkuat hafalan Al-Qur’an,
“Di bulan suci Ramadan yang penuh keberkahan, waktu ngabuburit santri diganti dengan setoran hafalan Al-Qur’an bahkan bagi yang telah hafidz tetap diminta untuk memperkuat hafalan nya,” ujar Achmad, salah satu santri peserta program hafalan. Selasa (24/2/2026)
Begitulah aktivitas sehari-hari para santri di pondok yang khusus membina program hafalan Al-Qur’an dengan metode 3 bulan ini. Di bulan Ramadan, jadwal mereka semakin padat yang tidak lepas dari rutinitas setoran hafalan.

Sebelumnya, pondok ini memang dirancang untuk membantu santri yang ingin menguasai hafalan Al-Qur’an dalam waktu singkat, dengan sistem pembelajaran yang terstruktur.
Metode pembelajaran di sini tidak jauh berbeda dengan yang umum, namun ada keunikan khusus yaitu setiap pagi santri wajib membaca Al-Qur’an bersama sebanyak setengah juz untuk mempermudah proses penghafalan.
Waktu menjelang berbuka puasa pun dimanfaatkan secara maksimal, dimana setiap santri harus menyetorkan hafalan minimal setengah juz. “Bagi santri pun tidak terbebani, sebab niatnya memang ingin menghafal dan melangkah ke pendidikan yang lebih tinggi melalui Al-Qur’an,” tambah Achmad

Dari ribuan santri yang menempuh pendidikan di pondok tersebut, sebanyak 290 santri hafidz ditugaskan di sejumlah masjid di berbagai daerah, bahkan hingga luar Jawa, untuk mengimami salat tarawih dengan menerapkan metode hataman Qur’an.
Pihak pesantren juga telah menyiapkan fasilitas berupa beasiswa dan pendidikan lanjutan bagi santri yang dinyatakan lulus dan layak mendapatkan penghargaan. “Disini metode hafalannya dalam sehari saya menerima setoran hafalan dari para santri tiga kali,” jelas KH. Ainul Yaqin, Pengasuh Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an.

Dengan cara ngabuburit yang penuh berkah ini, diharapkan para santri tidak hanya mendapatkan keberkahan di bulan Ramadan, tetapi juga menjadi generasi yang mampu mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi teladan bagi masyarakat luas.
Reporter : Faiz Hasan
Editor : Tim Redaksi SRTV












