srtvIndeks
Berita  

Masuk 2026, Stok Beras Bulog Kediri Raya Tembus 64.385 Ton, Aman hingga 2027

Kabulog Cabang Kediri (Bakti)

KEDIRI, SRTV.CO.ID — Masyarakat Kabupaten Kediri diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan beras sepanjang 2026. Perum Bulog Cabang Kediri Raya memastikan stok beras dalam kondisi aman dan mencukupi, bahkan diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan hingga akhir 2027.

Saat ini, Bulog Kediri Raya menguasai cadangan beras medium sebanyak 64.385 ton. Stok tersebut dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui berbagai saluran distribusi, mulai dari pasar tradisional, ritel modern, hingga pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM).

Pemimpin Bulog Cabang Kediri Raya, Harisun, memastikan kualitas beras yang tersimpan di gudang Bulog terjaga dengan baik dan layak dikonsumsi. Cadangan beras tersebut dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan wilayah Kabupaten dan Kota Kediri serta Kabupaten Nganjuk.

Beras Bulog memiliki mutu yang baik, masyarakat tidak perlu ragu untuk membelinya. Kami pastikan ketersediaannya aman,” ujar Harisun.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau *panic buying*. Menurutnya, Bulog telah menyiapkan cadangan beras dalam jumlah memadai, termasuk untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan pada bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

Stok di akhir tahun lalu sangat mencukupi, dan di tahun ini kami siapkan lebih dari cukup. Bahkan hingga tahun depan, ketersediaan beras kami pastikan tetap aman,” jelasnya.

Selain menjaga ketersediaan stok, Bulog Kediri Raya juga berkomitmen menyerap gabah petani sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional. Namun, penyerapan gabah saat ini belum dilakukan secara maksimal karena belum memasuki masa panen raya.

Untuk harga pembelian gabah kering panen (GKP), Bulog menetapkan harga sebesar Rp6.500 per kilogram di tingkat petani. Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga stabilitas pasokan beras.

Kami mendukung penuh program ketahanan dan swasembada pangan. Harapannya, petani dapat merasakan hasil dari kerja kerasnya, sementara kebutuhan beras masyarakat tahun ini hingga tahun depan tetap terpenuhi,” pungkas Harisun.***

Reporter: Bakti Wijayanto
Editor: AMS

Exit mobile version