Berita  

Manfaatkan Lahan Pekarangan, Pria di Jombang Sukses Jadi Jutawan dari Budidaya Melon Premium dengan Sistem Green House

Jombang, SRTV.CO.ID – Di tangan kreatif, lahan sempit bukan lagi penghalang untuk mencetak pundi-pundi rupiah. Inilah yang dibuktikan oleh Lafillian Romadhi (26), seorang pemuda asal Desa Jatirejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Berawal dari niat memanfaatkan lahan kosong di samping rumahnya, ia kini sukses menjadi juragan melon premium dengan omzet mencapai puluhan juta rupiah.

Memasuki area pekarangan rumah Lafi, pengunjung akan disambut dengan bangunan green house yang tertata rapi.

Di dalamnya, terdapat sekitar 1.000 pohon melon premium yang ditanam menggunakan media polibag dengan sistem pengairan hidroponik.

Usaha ini ia rintis sejak tahun 2024, dipicu oleh rasa prihatin melihat sang ayah yang kerap mengalami gagal panen saat menanam melon biasa di sawah terbuka akibat faktor cuaca.

“Inisiatif ini muncul setelah melihat ayah gagal panen di sawah karena musim hujan. Akhirnya saya mencoba beralih ke sistem green house yang lebih terkontrol,” ujar Lafillian saat ditemui di sela kesibukannya merawat tanaman.

Lafi membudidayakan sekitar tiga hingga lima jenis melon premium yang benihnya berasal dari berbagai negara. Dua varietas yang paling menjadi primadona adalah jenis Sweet Lavender dan Dalmation.

Perawatan yang dilakukan pun cukup intensif, mulai dari pemberian nutrisi rutin, pengecekan kesehatan buah, hingga pemangkasan daun yang terkena hama.

Tak hanya soal rasa, estetika green house yang bersih juga menjadi daya tarik tersendiri.

Tak jarang, pelanggan yang datang dari dalam maupun luar daerah memanfaatkan rimbunnya buah melon sebagai latar berswafoto.

“Rasanya memang sangat berbeda dengan melon pada umumnya. Jauh lebih manis, teksturnya crunchy (renyah), dan kadar airnya lebih meresap. Jadi meskipun harganya di atas rata-rata, sangat sebanding dengan kualitasnya,” ungkap Hesty, salah satu pembeli setia melon di kebun Lafi.

Harga yang dipatok untuk melon-melon sultan ini bervariasi, mulai dari Rp30 ribu per kilogram hingga varietas tertentu yang menyentuh angka Rp400 ribu hingga Rp500 ribu per kilogram.

Dengan masa panen setiap tiga bulan sekali, Lafi mampu meraup cuan hingga puluhan juta rupiah dalam sekali petik.

Keberhasilan Lafi membuktikan bahwa pertanian modern dengan sentuhan teknologi seperti sistem green house mampu meminimalisir risiko gagal panen sekaligus meningkatkan nilai jual produk secara signifikan.

Kini, pekarangan rumah yang dulunya kosong telah berubah menjadi sumber penghasilan yang manis serenyah buah melon yang ia tanam.

Reporter : Faiz Hasan
Editor : Tim Redaksi SRTV

Exit mobile version