LAMONGAN, SRTV.CO.ID — Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar Simo, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, memperingati perjalanan panjang pengabdiannya melalui tasyakuran milad ke-112 yang digelar pada Jumat (16/1/2026). Peringatan hari lahir pesantren tersebut dirangkai dengan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, sehingga berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh makna spiritual.
Pesantren yang dikenal luas dengan sebutan Pondok Simo ini berdiri pada 18 Januari 1914. Bermula dari pengajian sederhana di kediaman seorang kiai, Matholi’ul Anwar berkembang menjadi salah satu pesantren yang konsisten menjaga tradisi keilmuan salaf dan terus melahirkan generasi santri lintas zaman.
Tasyakuran diikuti ribuan jamaah yang terdiri atas kiai, santri, alumni, serta wali santri. Mereka memadati kompleks pesantren untuk mengikuti rangkaian acara yang diisi lantunan shalawat, doa bersama, serta ungkapan rasa syukur atas keberlangsungan pesantren yang telah berdiri lebih dari satu abad.
Ketua Yayasan PP Matholi’ul Anwar, Syaifulloh Abid, mengatakan bahwa usia 112 tahun merupakan amanah besar yang harus terus dijaga dan dilanjutkan.
“Peringatan ini bukan sekadar penanda usia, tetapi bentuk syukur atas eksistensi Pondok Simo yang sejak awal berdiri dilandasi keikhlasan dan perjuangan para pendiri,” ujar Syaifulloh Abid, yang akrab disapa Gus Abid.
Ia menuturkan, peringatan Isra Mi’raj sengaja dirangkai dalam momentum milad karena memiliki nilai penting bagi dunia pesantren. Peristiwa tersebut menjadi sumber penguatan spiritual yang terus ditanamkan kepada para santri.
“Isra Mi’raj mengajarkan keteguhan iman, kedisiplinan dalam menjalankan shalat, serta ketaatan kepada Allah SWT. Nilai-nilai inilah yang menjadi ruh pendidikan di Pondok Matholi’ul Anwar sejak awal berdiri,” jelasnya.
Sebagai generasi keempat pengelola yayasan, Gus Abid menegaskan komitmennya untuk menjaga jati diri pesantren. Menurutnya, kekuatan pesantren terletak pada kemampuannya merawat tradisi sekaligus merespons perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar keilmuan.
“Tugas kami adalah menjaga amanah para ulama terdahulu, agar Pondok Simo tetap berpegang pada tradisi salaf dan tetap relevan,” tegasnya.
Memasuki usia lebih dari satu abad, PP Matholi’ul Anwar Simo terus meneguhkan perannya sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya mengedepankan kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk akhlak dan kepribadian santri, berlandaskan keikhlasan dan doa yang terus mengalir dari generasi ke generasi.***
Reporter: Suprapto
Editor: AMS












