Berita  

Jejak Bersejarah Cindy Adams di Ploso Dibangkitkan Kembali oleh Pegiat Sejarah Jombang

Rekonstruksi dan napak tilas kedatangan Cindy Adams ke Ploso, Jombang, 62 tahun silam yang digelar warga, Jumat (16/1). (Foto : Cak Arif )

JOMBANG, SRTV.CO.ID — Semangat pelestarian sejarah kembali bergema dari wilayah Ploso, Kabupaten Jombang. Puluhan pegiat dan pemerhati sejarah menggelar kegiatan rekonstruksi sekaligus napak tilas kunjungan penulis asal Amerika Serikat, Cindy Adams, ke Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Jumat (16/1).

Kegiatan ini digelar untuk memperingati 62 tahun kunjungan pertama Cindy Adams ke Ploso, tepatnya pada 16 Januari 1964. Saat itu, Cindy Adams datang atas penugasan langsung Presiden Soekarno untuk menghimpun data dan kesaksian sebagai bahan penulisan biografi Penyambung Lidah Rakyat.

Dalam prosesi rekonstruksi, peran Cindy Adams diperagakan oleh Yesinta Aprilia. Sejumlah adegan ditampilkan untuk menggambarkan proses riset yang dilakukan, mulai dari penelusuran jejak masa kecil Bung Karno hingga wawancara dengan para saksi hidup yang mengenal langsung kehidupan awal Sang Proklamator.

Beberapa tokoh yang dihadirkan dalam rekonstruksi tersebut antara lain Mbok Suwi dan Mbok Mirah, yang dikenal sebagai pengasuh Soekarno, serta Mbah Joyo Dipo, sahabat masa kecil Bung Karno.

Selain rekonstruksi sejarah, rangkaian acara juga diisi dengan peresmian Tetenger Situs Kelahiran Ir. Soekarno. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Keluarga Persada Soekarno Kediri, Raden Mas Kuswartono, yang menekankan pentingnya pelurusan sejarah mengenai tempat kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia itu.

“Tempat kelahiran Bung Karno memang masih menjadi perdebatan. Namun berdasarkan keterangan internal keluarga, beliau lahir di Ploso, yang pada masa itu masuk wilayah administratif Karesidenan Surabaya,” ujar Kuswartono.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Binhad Nurrohmad, inisiator Titik Nol Soekarno. Ia menyebutkan bahwa keyakinan Bung Karno lahir di Ploso didukung oleh sejumlah dokumen autentik.

“Kami memiliki lebih dari sepuluh dokumen pendukung yang menjelaskan bahwa Bung Karno lahir di Ploso,” ungkap Binhad.

Penguatan data sejarah juga disampaikan melalui pemaparan foto-foto lama serta kajian teknis dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang. Tim tersebut telah mengeluarkan rekomendasi kuat terkait validitas sejarah kelahiran Soekarno di wilayah Ploso.

Sejak lama, masyarakat Desa Rejoagung meyakini kawasan tersebut sebagai tempat kelahiran Raden Koesno Sosro Di Hardjo, nama kecil Presiden Soekarno.

Melalui kegiatan napak tilas ini, para pegiat sejarah berharap jejak perjalanan hidup dan perjuangan Bung Karno di Jombang dapat terus dilestarikan, sekaligus menjadi rujukan edukasi sejarah yang akurat bagi generasi mendatang.***

Reporter: Agung Pamungkas
Editor: AMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *