srtvIndeks
Berita  

Banjir Terjang Ponorogo, Ratusan Hektare Sawah Terendam dan Terancam Gagal Panen

Banjir Rendam Ratusan Hektare Sawah di Ponorogo, Gagal Panen Tak Terhindarkan

PONOROGO, SRTV.CO.ID — Ratusan hektare lahan persawahan di Kabupaten Ponorogo terancam gagal panen akibat banjir yang dipicu tingginya intensitas hujan sejak awal tahun. Salah satu wilayah terdampak paling parah berada di Desa Ngampel, Kecamatan Balong, di mana puluhan hektare sawah padi dilaporkan hampir dipastikan tidak dapat dipanen.

Data Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Kabupaten Ponorogo mencatat, banjir tidak hanya melanda Kecamatan Balong, tetapi juga meluas ke enam kecamatan lainnya, yakni Siman, Jetis, Slahung, Bungkal, dan Kauman.

Koordinator Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dispertahankan Ponorogo, Suwarni, mengatakan luas lahan pertanian yang terdampak banjir berpotensi mencapai sekitar 538 hektare.

Di Kecamatan Balong saja sudah puluhan hektare. Jika digabung dengan wilayah lain, total lahan sawah yang terancam gagal panen mencapai kurang lebih 538 hektare,” ujar Suwarni, Selasa (6/1/2027).

Ia menjelaskan, sebagian besar tanaman padi yang terdampak masih berusia muda, berkisar antara 7 hingga 35 hari setelah tanam. Pada fase tersebut, tanaman padi sangat rentan terhadap genangan air dalam waktu lama.

Jika padi terendam air selama lima hari berturut-turut, potensi mati sangat besar dan hampir dipastikan gagal panen,” jelasnya.

Menurut Suwarni, kondisi ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi secara terus-menerus sejak awal tahun, menyebabkan air sulit surut dan sawah tergenang cukup lama.

Meski demikian, sebagian petani telah terlindungi melalui program asuransi usaha tani padi. Petani yang terdaftar berhak mengajukan klaim ganti rugi sesuai dengan tingkat kerusakan lahan akibat bencana.

Petani yang sudah mengikuti program asuransi di antaranya berada di Desa Madusari, Kecamatan Siman, serta di wilayah Kecamatan Jetis,” terangnya.

Dispertahankan Ponorogo mengimbau petani yang belum bergabung dalam program asuransi pertanian agar segera mendaftarkan lahan mereka sebagai langkah antisipasi risiko kerugian akibat bencana alam. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan upaya penyaluran bantuan cadangan benih bagi petani yang mengalami gagal tanam akibat banjir.

Selain dampak banjir, petani juga perlu mewaspadai serangan organisme pengganggu tanaman, khususnya wereng. Pengamatan sejak dini sangat penting agar pengendalian bisa dilakukan secara cepat dan tepat,” pungkas Suwarni.***

Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: AMS

Exit mobile version