Berita  

Goyang Tandu Sakral Ramaikan Cap Go Meh 2026, Klenteng Tertua di Jombang Bagi Takjil dan Sajikan Ribuan Porsi Lontong

JOMBANG SRTV.CO.ID – Cap Go Meh sebagai puncak dan penutup perayaan Imlek 2026 dirayakan meriah di Klenteng Hong San Kiong, Gudo, Jombang. Perayaan tahunan yang menjadi momen penting bagi umat Tionghoa ini dihiasi dengan ritual sakral khas yaitu goyang tandu, dan menyajikan makanan khas berupa lontong yang dinikmati ratusan warga dari sekitar maupun luar daerah. Serta bagi takjil. Sabtu (7/3/2026)

“Dari perayaan Cap Go Meh ini, kedepannya kita berharap selalu diberikan keselamatan, kesehatan serta kelancaran dalam segala hal,” ujar Toni Harsono, Ketua Klenteng Hong San Kiong Gudo Jombang dalam

Klenteng tertua di Kabupaten Jombang ini kali pertama menggelar perayaan dengan pagelaran tradisi ritual sakral yang sudah menjadi bagian dari budaya lokal. Ritual goyang tandu yang dilaksanakan memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghormatan rasa syukur serta upaya agar seluruh masyarakat terhindar dari berbagai musibah atau tolak balak.

“Kami juga mengajak semua warga pada umumnya untuk saling menjaga toleransi yang baik, serta saling gotong royong bagi saudara sekitar yang sedang membutuhkan bantuan, ini tadi kita juga membagikan takjil,” tambah Toni Harsono.

Ritual dimulai dengan membersihkan tandu sakral, kemudian memasukan patung dewa atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kimsin ke dalamnya. Setelah itu, tandu yang telah berisi Kimsin didoakan secara khidmat sebelum diarak mengelilingi area klenteng.

Tidak hanya diarak dengan tenang, tandu tersebut diangkat oleh 6 orang yang secara bergantian menggerakkannya ke kiri dan ke kanan sesuai dengan irama yang telah ditetapkan.

Ratusan warga yang datang menyaksikan bahkan hingga pengguna jalan yang lewat tampak antusias menyaksikan kemeriahan perayaan ini. Momentum Cap Go Meh yang identik dengan hidangan spesial juga tidak luput dari perhatian pihak klenteng, yang telah menyiapkan ribuan porsi lontong berkuah segar untuk semua undangan dan warga yang hadir.

“Semua yang datang tidak hanya bisa menyaksikan ritual sakral yang penuh makna, namun juga merasakan kehangatan silaturahmi antar warga ini,” pungkas Toni Harsono.

Perayaan ini juga menjadi bukti adanya toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang kuat di Kabupaten Jombang.

Reporter : Faiz Hasan 

Editor        : Tim Redaksi SRTV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *