NGANJUK, SRTV.CO.ID – Sebuah kejadian menyedihkan mengguncang Desa Sonoageng, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk. Sesosok mayat laki-laki lanjut usia ditemukan di pinggir rawa, tepat di sebelah timur makam Sonogowok desa setempat pada hari Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Korban diidentifikasi sebagai JH (76), seorang petani asal Dusun/Desa Waung, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, yang ketika ditemukan masih mengenakan mantel atau jas hujan.
“Kita sedang berada di rumah ketika mendengar suara anak kecil berteriak melihat sesosok mayat di pinggir rawa. Setelah itu kami memberitahukan ke warga lainnya dan bersama-sama menuju lokasi,” ujar Dody Setiawan, seorang saksi warga Sonoageng yang menjadi salah satu orang pertama yang melihat korban.
Kasi Humas Polres Nganjuk Iptu Fadjar Kurniadhi menyampaikan bahwa korban terbaring di area rawa yang penuh air dengan posisi tengkurap, dan jas hujan yang dikenakannya masih terpasang dengan baik pada tubuhnya. Beliau menambahkan bahwa berita penemuan mayat bahkan sempat tersebar melalui media sosial sebelum petugas tiba di lokasi.
“Setelah ditemukan warga, dan sudah diunggah medsos juga tadi, kita langsung ke lokasi untuk melakukan evakuasi sekaligus identifikasi,” jelas Fadjar dalam keterangannya kepada awak media.
Proses identifikasi berjalan lancar karena beberapa warga mengenali ciri-ciri korban yang kerap terlihat berjalan menyusuri area sekitar desa. Menurut informasi dari warga, kebiasaan tersebut sudah dilakukan korban cukup sering sebelum kejadian tersebut terjadi.
“Keterangan dari warga, korban memang seringkali menyusuri areal persawahan dan rawa-rawa sekitar lokasi penemuan,” ungkap Fadjar.
Selama proses evakuasi yang dilakukan oleh petugas Polsek Prambon dan tim terkait, diperhatikan bahwa jas hujan yang dikenakan korban tampak dalam kondisi baik, tanpa ada bekas robek atau kerusakan yang mencurigakan yang bisa mengindikasikan adanya kekerasan.
“Tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Setelah penjelasan dari pihak Inavis, keluarga menyetujui dan selanjutnya dibuatkan Surat Pernyataan,” tutur Fadjar menyampaikan hasil pemeriksaan visum luar yang dilakukan tim Inavis Polres Nganjuk bersama petugas UPTD Puskesmas Prambon.
Informasi dari keluarga dan warga sekitar menyebutkan bahwa korban sering keluar rumah tanpa memberitahukan keluarga. Kondisi korban yang sedikit pikun akibat faktor usia juga menjadi perhatian bagi keluarga terdekat.
Sebelum ditemukan meninggal, korban pernah bertemu warga sekitar pada sore hari sebelumnya. Badannya terlihat menggigil dan merasa dingin, bahkan ketika ditawari minuman teh untuk menghangatkan tubuhnya, ia menolaknya.
Keberadaan jas hujan yang dikenakan diperkirakan sebagai upaya korban untuk menghangatkan tubuhnya sebelum akhirnya terjatuh di area rawa tersebut.
Reporter : Inna Duwi Fatimah
Editor : Tim Redaksi SRTV













