JOMBANG SRTV.CO.ID – Berkah bulan suci Ramadan dirasakan secara nyata oleh para perajin tasbih di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Pemesanan tasbih sebagai kelengkapan alat ibadah mengalami lonjakan hingga dua kali lipat dibanding hari-hari biasa sebelumnya. Bahkan, salah satu perajin tasbih ternama di daerah ini mampu meraih omzet puluhan juta rupiah setiap bulan menjelang momentum yang dinanti-nantikan umat Islam ini.
“Pemesanan meningkat dua kali lipat dibanding bulan-bulan biasa sebelumnya. Yang biasanya produksi 50 hingga 100 tasbih dalam setiap harinya, kini untuk mencapai target pemesanan pelanggan harus memproduksi 250 tasbih bahkan lebih,” ungkap Fachrur Rochman, perajin tasbih asal Desa Losari, Kecamatan Ploso, Jombang. Senin (16/2/2026)

Seperti terlihat dalam kesibukan sehari-hari, Fachrur bersama sejumlah karyawannya sibuk mengolah berbagai jenis bahan baku untuk menghasilkan tasbih berkualitas. Ia fokus memproduksi tasbih dengan bahan dasar premium seperti kayu gaharu dan cendana yang memiliki keunikan tersendiri, namun juga menyediakan pilihan tasbih dari kayu biasa untuk memenuhi kebutuhan berbagai lapisan pelanggan.
Proses pembuatan tasbih dilakukan dengan cermat melalui berbagai tahapan, mulai dari pemilihan kayu, pemotongan, penggilingan, hingga finishing yang membuat produknya semakin menarik.

“Peningkatan pemesanan tasbih yang memiliki khas dari aroma wangi kayu gaharu dan cendana ini sudah dirasakan sejak sebulan jelang Ramadan. Banyak permintaan datang untuk kebutuhan kelengkapan ibadah hingga dijual kembali,” jelas Fachrur.
Tak hanya tasbih untuk wiridan yang banyak diminati, gelang tasbih buatan Fachrur juga memiliki pasar yang luas. Setiap tasbih standar diisi dengan 99 butir manik, dengan harga yang bervariasi sesuai dengan jenis bahan dan kualitas produk.
Harga tasbih mulai dari 5 ribu rupiah untuk jenis yang terbuat dari kayu biasa, sedangkan tasbih premium dari kayu gaharu atau cendana memiliki harga mulai dari 50 ribu rupiah hingga mencapai ratusan ribu rupiah per buahnya.
“Penjualannya sudah tembus mancanegara, seperti Italia hingga Iran misalnya. Dari usaha yang digelutinya sejak beberapa tahun yang lalu itu, kini mampu meraih cuan puluhan juta rupiah dalam setiap bulannya,” tambah Fachrur dengan bangga.

Usaha tasbih yang digeluti Fachrur tidak hanya menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan, tetapi juga berkontribusi dalam melestarikan kerajinan tangan tradisional Indonesia. Selain itu, produk tasbih buatan lokal ini juga turut mendukung aktivitas ibadah umat Islam menjelang dan selama bulan Ramadan, sekaligus menjadi salah satu wujud penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan agama yang kental di tanah Jawa.
Reporter. : Faiz Hasan
Editor : Tim Redaksi SRTV













