NGANJUK, SRTV.CO.ID – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk pada Senin (16/3/2026) mengakibatkan SDN 1 Sukomoro terendam banjir.
Kondisi kali ini disebut sebagai yang terparah dibandingkan sebelumnya, lantaran akses pembuangan air yang tidak berfungsi optimal.
Banjir yang menggenangi area sekolah ini diduga kuat dipicu oleh tertutupnya saluran air atau drainase akibat adanya aktivitas pembangunan di area belakang sekolah.
Hal ini menyebabkan debit air hujan tidak dapat mengalir dan justru meluap ke ruang-ruang kelas serta halaman sekolah.
Kepala SDN 1 Sukomoro, Biyeti Trilistiana, mengungkapkan bahwa kondisi lingkungan sekolah menjadi sangat memprihatinkan karena air tertahan cukup lama.
“Banjir kali ini memang yang lebih parah dari biasanya. Penyebab utamanya karena saluran drainase tertutup akibat adanya pembangunan di belakang sekolah, sehingga air tidak punya jalan keluar,” ujarnya.
Selain persoalan banjir, cuaca ekstrem yang disertai angin kencang juga menimbulkan kerusakan fisik pada sarana sekolah.
Sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menimpa pagar sekolah hingga mengalami kerusakan.
“Bersamaan dengan hujan deras itu, ada angin kencang juga yang mengakibatkan pohon besar tumbang. Posisinya tepat menimpa pagar sekolahan,” ucapnya.
Pihak sekolah berharap ada langkah cepat dari pihak terkait, terutama pengembang pembangunan di belakang sekolah dan dinas terkait, untuk segera menormalisasi saluran air agar aktivitas belajar mengajar tidak terus terganggu saat hujan kembali turun.
Reporter : Inna Dewi Fatimah
Editor : Tim Redaksi SRTV













