JOMBANG, SRTV.CO.ID – Para perajin tahu di sentra industri Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kini tengah mengeluh dan kelimpungan. Gejolak harga bahan baku utama mulai dari kedelai, minyak goreng, hingga plastik melonjak drastis, menjadi dampak langsung dari konflik global di Timur Tengah.
Dampak konflik global perang antara Iran dengan Amerika Serikat membuat harga kebutuhan pokok semakin melonjak. Dampak tersebut dirasakan langsung oleh para perajin tahu di sentra industri yang ada di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang.

Di sentra industri Kampung Dusun Bapang, para perajin tahu merasakan kelimpungan akibat kenaikan harga bahan dasar yang cukup signifikan. Harga kedelai, misalnya, kini menembus Rp 10.900 per kilogram, jauh di atas harga normal sebelumnya sekitar Rp 9.000. Kenaikan ini dirasakan perajin tahu sejak sekitar satu minggu yang lalu, bersamaan dengan pecahnya konflik global di Timur Tengah. ” Semua bahan baku naik sekarang,” ungkap Alfian Dzulkifli pemilik usaha tahu, Senin (6/4/2026)
Selain harganya yang meroket, stok kedelai juga dirasa sulit didapat, bahkan mengalami pengurangan stok dan keterlambatan pengiriman. Padahal, para perajin tahu di sentra ini dalam setiap harinya membutuhkan sekitar 3,5 ton kedelai untuk memenuhi kebutuhan produksi. “Karena stok berkurang, harga naik” katanya.

Guna menyiasati kerugian yang terus membayangi, para perajin tahu di Jombang, Jawa Timur, menerapkan berbagai cara. Ada yang menaikkan harga jual tahu, memperkecil ukuran tahu, hingga mengurangi isi kedelai dalam setiap produksinya.
Alfian Dzulkifli, memilih menyiasati kondisi ini dengan menaikkan harga jual tahunya sebesar Rp200 per biji. Dari yang mulanya seharga Rp2.300 per biji, kini ia terpaksa menjualnya seharga Rp2.500.

“Selain terdampak harga kedelai, kami juga kelimpungan dengan kenaikan harga minyak goreng dan plastik yang kian parah,” ungkap Alfian. Harga plastik yang sebelumnya Rp250.000 per kilogram, kini naik drastis menjadi Rp500.000. Sementara itu, harga minyak goreng yang semula Rp16.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp22.000.
Alfian mengungkapkan kekhawatirannya jika bahan dasar produksi tahu ke depannya terus mengalami kenaikan. Sebab, ia mengaku tak jarang konsumennya mengeluhkan kenaikan harga tahu yang cukup signifikan ini.
Reporter : Faiz Hasan
Editor : Tim Redaksi SRTV













