Tanggap Bencana Kemarau, Yayasan UB dan Pemkab Nganjuk Bersinergi Salurkan 34.000 Liter Air

Reporter : Ahmad Zaki Mawardi
Petugas menyalurkan bantuan air bersih dari armada truk tangki Yayasan Universitas Brawijaya (UB) untuk warga terdampak kemarau di Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk (Ist/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Kepedulian terhadap warga yang terdampak kemarau panjang di Kabupaten Nganjuk terus mengalir. Kali ini, Yayasan Universitas Brawijaya (UB) menggelar aksi tanggap bencana dengan menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 34.000 liter untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di wilayah Kecamatan Jatikalen dan Kecamatan Lengkong.

"Kami tergerak untuk hadir secara langsung membantu saudara-saudara kita di Nganjuk yang sedang kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan," ujar CEO Tetenger Bumi Universitas Brawijaya, Dr. Tibyani, Selasa (20/10/2026).

Bantuan dialirkan menggunakan empat armada truk tangki berkapasitas masing-masing 8.500 liter. Pasokan air tersebut disalurkan secara presisi ke kantong-kantong pemukiman yang sumber air utamanya telah mengering total.

"Sebanyak dua truk tangki atau sekitar 17.000 liter air kami fokuskan untuk warga di Desa Pule, Kecamatan Jatikalen, khususnya di Dusun Lengkong Geneng dan Dusun Tondowesi," jelas Dr. Tibyani mengenai pemetaan distribusi bantuan.

Sementara itu, dua truk tangki sisanya dialokasikan ke Dusun Sendang Gogor, Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong.

Di lokasi tersebut, kedatangan bantuan air bersih disambut antusias oleh warga dan ditinjau langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk, S. Wahyuni Marhaen.

"Kami sangat mengapresiasi dampingan dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan TP PKK. Sinergi ini memastikan bantuan air bersih dapat terdistribusi secara tertib dan langsung diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan," tutur Dr. Tibyani mengapresiasi dukungan Pemkab Nganjuk.

Seluruh operasional aksi sosial ini didukung penuh oleh Yayasan UB dengan mengandalkan tim lapangan yang berkoordinasi secara intensif lintas sektor.

Langkah kolaboratif antarlembaga ini sekaligus menjadi contoh konkret kesiapsiagaan dan ketanggapan bersama dalam menangani dampak krisis kekeringan.

"Kegiatan donasi ini sepenuhnya dibiayai oleh Yayasan UB. Dalam pelaksanaannya di lapangan, saya berkoordinasi langsung dengan Dr. Sugeng Susilo Adi, Dosen Fakultas Ilmu Budaya UB, agar penyaluran berjalan lancar tanpa kendala," pungkasnya.

Bantuan air bersih ini menjadi peleras dahaga yang melegakan bagi warga terdampak untuk memenuhi kebutuhan harian seperti memasak dan minum.

Gerakan kemanusiaan ini diharapkan dapat memantik semangat gotong royong dari berbagai pihak hingga pasokan air warga kembali normal.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru