NGANJUK, SRTV.CO.ID – Diduga akibat korsleting listrik, sebuah rumah milik Sumardi (59), warga Desa Tiripan RT 001/RW 005, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, ludes terbakar pada Minggu (18/10/2026) sekira pukul 11.10 WIB.
"Kejadian kebakaran tersebut pertama kali diketahui oleh warga setempat yang hendak keluar rumah. Saat membuka pintu, warga melihat kepulan asap tebal dan kobaran api yang sudah membesar. Sumber api terlihat berasal dari rumah milik Pak Sumardi, yang kebetulan sudah berbulan-bulan dalam keadaan kosong tanpa penghuni," ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan (Damkarmat) Nganjuk, Imam Ashari.
Melihat kobaran api yang kian membesar dan khawatir merembet ke pemukiman sekitar, warga secara swadaya bergotong-royong mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Namun, karena hembusan angin dan besarnya kobaran api, salah satu warga bergegas menghubungi Call Center Pemadam Kebakaran untuk meminta bantuan emergency.
"Setelah menerima laporan masuk, Tim Damkarmat Siaga 1 Mako Nganjuk langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian di Desa Tiripan, Kecamatan Berbek," jelas Imam Ashari.
Proses pemadaman berlangsung sinergis. Tim Damkarmat Nganjuk bahu-membahu bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, serta warga sekitar untuk menaklukkan si jago merah.
Berkat penanganan yang cepat dan terukur, api berhasil dipadamkan sepenuhnya dalam waktu kurang lebih satu jam.
"Alhamdulillah, dalam insiden pemadaman ini tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka. Namun, akibat kebakaran rumah yang dipicu korsleting listrik ini, kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah," ungkap Imam Ashari.
Usai api berhasil dipadamkan, tim di lapangan tidak langsung beranjak. Sambil berkemas, Tim Regu Mako Damkarmat Nganjuk tetap melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada sisa bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
"Tim di lapangan melakukan penyisiran dan pendinginan secara menyeluruh guna memastikan sumber api benar-benar padam total sebelum lokasi dinyatakan aman," pungkas Imam Ashari menirukan keterangan Kukuh dari Tim Regu Mako Damkarmat Nganjuk.
Editor : SRTVRedaksi