Lantik 103 Pejabat Baru, Bupati Marhaen Tegaskan Pelayanan Publik Harus Nomor Satu

Reporter : Ahmad Zaki Mawardi
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi memimpin Pengangkatan, Pelantikan, dan Pengambilan Sumpah/Janji Pejabat Administrator, Pengawas, dan Kepala Puskesmas di Pendopo KRT Sosrokoesumo Pemkab Nganjuk (SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Nganjuk menggelar Pengangkatan, Pelantikan, dan Pengambilan Sumpah/Janji Pejabat Administrator, Pengawas, serta Kepala Puskesmas, Rabu (14/10/2026) di Pendopo KRT Sosrokoesumo.

Langkah ini diambil untuk mengisi sejumlah posisi strategis sekaligus mengoptimalkan kinerja roda pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menegaskan bahwa rotasi dan promosi jabatan yang menyasar kurang lebih 103 pejabat ini merupakan bentuk penyegaran organisasi yang harus segera disikapi dengan adaptasi cepat oleh para pejabat terpilih.

"Alhamdulillah, hari ini kita lakukan pengangkatan, pelantikan, dan pengambilan sumpah jabatan bagi mereka yang hari ini satu, ada yang dimutasi, ada yang dipromosikan. Saya ucapkan selamat dan sukses kurang lebih 103 orang. Saatnya untuk cepat adaptasi dan kerja, kerja, kerja, itu yang paling penting," ujar Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi.

Di tengah transformasi pelayanan kesehatan daerah di mana Puskesmas kini berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Pemkab Nganjuk terus mendorong agar kualitas layanan fasilitas kesehatan milik pemerintah tidak kalah bersaing dengan fasilitas kesehatan swasta.

Bupati Marhaen, menekankan tiga hal utama yang menjadi indikator keberhasilan bagi para kepala Puskesmas dan pejabat yang baru dilantik dalam menjalankan tata kelola BLUD.

"Sekarang kan Puskesmas sudah BLUD. Maka, kembali lagi jangan sampai kalah dengan klinik-klinik swasta. BLUD jangan sampai seperti dulu, sekarang harus berbenah. Pelayanan harus nomor satu. Tadi sudah saya sampaikan yang kita lihat itu, satu, kinerjanya bagus, dua, pelayanan kepada masyarakatnya bagus dan tiga, harus ber-impact pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," jelas Politikus PDIP yang akrab disapa Kang Marhaen tersebut.

Selain sektor kesehatan, penataan personel juga menyasar hingga ke tingkat kecamatan untuk memperkuat pelayanan publik di wilayah-wilayah yang masih kekurangan SDM Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kang Marhaen menyebutkan bahwa pengisian jabatan di tingkat kecamatan akan dievaluasi secara berkala setiap enam bulan demi memastikan efektivitas pelayanan di seluruh wilayah Kabupaten Nganjuk.

"Kecamatan banyak yang kosong, misalnya Lengkong yang PNS-nya hanya dua. Maka perlu support orang-orang yang punya kualifikasi bagus untuk memperkuat pelayanan publik di kecamatan-kecamatan itu. Karena kita ini kan tiap 6 bulan ada evaluasi, kecamatan mana yang kurang SDM dan pelayanannya bagus atau tidak," paparnya.

Menghadapi momentum pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang makin dekat, Pemkab Nganjuk juga mengingatkan seluruh ASN dan jajaran aparatur kewilayahan untuk senantiasa menjaga profesionalisme.

Kang Marhaen mengingatkan seluruh ASN untuk tetap netral serta tidak memihak, sekaligus menjalankan peran pengawasan agar pelaksanaan Pilkada berjalan kondusif.

"ASN kan tidak boleh berpihak. Yang kedua, Pak Camat dan Forkopimcam juga sebagai pengawas, maka ikut mengawasi jangan sampai terjadi kegaduhan. Biarkan masyarakat memilih pemimpin mereka sesuai dengan hati nuraninya, bukan karena uang," tegasnya.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru