Sulap Lahan Mangkrak Jadi 'Pondok Melon', Petani Jombang Panen Cuan Ratusan Juta 

Reporter : Taufiqur Rachman
Pemilik usaha Greenhouse melon, Tri Mardi Walyono, saat memanen melon hidroponik premium di Greenhouse Pondok Melon Gondang Manis, Bandar Kedungmulyo, Jombang. (Saha/SRTV)

JOMBANG, SRTV.CO.ID – Lahan tidak produktif di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, kini berhasil disulap oleh Tri Mardi Walyono menjadi kawasan greenhouse budidaya melon premium.

Usaha hidroponik yang baru berjalan sekitar tiga bulan ini menggunakan sistem Deep Flow Technique (DFT) dan telah dikenal luas masyarakat dengan nama Pondok Melon Gondang Manis

"Ini baru berjalan sekitar tiga bulan. Awalnya dari lahan yang tidak produktif, kemudian kami manfaatkan untuk greenhouse melon hidroponik," ungkap pemilik greenhouse, Tri Mardi Walyono, saat ditemui di kebunnya,Minggu (11/10/2026).

Melalui metode hidroponik DFT, tanaman melon dibudidayakan dengan pasokan air dan larutan nutrisi cair yang terus bersirkulasi dari bak penampungan menuju talang datar.

Keunggulan utama dari sistem ini adalah ketahanannya terhadap gangguan listrik karena masih menyisakan genangan air nutrisi di dalam talang.

"Kalau DFT, ketika listrik mati satu sampai dua hari masih relatif aman karena masih ada air atau larutan nutrisi yang berada di dalam talang," jelas Tri.

Selain tahan gangguan listrik, sistem DFT membuat proses pengawasan tanaman jauh lebih praktis dan sederhana.

Petani tidak perlu memeriksa kondisi nutrisi secara manual pada tiap tanaman seperti pada sistem fertigasi tetes, melainkan cukup memantau bak preparasi utama.

"Nutrisinya kami kontrol, baik pH maupun PPM-nya. Semua masuk ke bak preparasi, kemudian disirkulasikan menggunakan pompa. Jadi kami cukup mengontrol bagian inlet dan outlet," paparnya.

Salah satu varietas unggulan yang dibudidayakan di lokasi ini adalah melon premium jenis Lavender. Agar nutrisi terfokus dan menghasilkan buah berkualitas tinggi, dilakukan seleksi ketat dengan menyisa satu buah saja pada setiap pohon.

Dengan masa tanam hingga panen sekitar 65 hari, bobot rata-rata melon mencapai 2 kilogram per buah, bahkan ada yang menembus 3 hingga 4 kilogram.

"Masa tanam hingga panen sekitar 65 hari. Bobot buah rata-rata berada di kisaran 2 kilogram per buah, meski sebelumnya ada buah yang mampu mencapai bobot 3 hingga 4 kilogram," terang Tri.

Saat ini Pondok Melon Gondangmanis mengoperasikan dua greenhouse berkapasitas 1.000 dan 1.200 tanaman, serta sedang membangun unit ketiga berkapasitas 2.800 tanaman.

Dari total tiga greenhouse tersebut, target produksi diperkirakan menembus 10 ton per periode panen. Melon dijual berdasarkan tingkatan kualitas (grade), mulai dari Rp15.000 (Grade C), Rp18.000 (Grade B), hingga Rp19.000 per kilogram (Grade A), dengan biaya produksi (HPP) yang sangat efisien yaitu sekitar Rp7.000 per tanaman.

"Jadinya kita beri nama Melon disini, Manisnya asli Gondang Manis, jadi tagline hidroponik ini," pungkas Tri, merujuk pada nama identitas wilayah sekaligus citra Jombang sebagai kota santri.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru