JOMBANG, SRTV.CO.ID – Pesantren Tebuireng di Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, kembali menghidupkan tradisi keilmuan khas pesantren melalui ajang Muktamar Turats Nabawi (MUTUN) 2026.
Dalam kegiatan yang diselenggarakan Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Tebuireng sejak Senin (5/10/2026) hingga Rabu (7/10/2026) ini, para peserta mengikuti prosesi khataman sekaligus sambung sanad kitab Sahih Bukhari hingga jalur keilmuan pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy'ari.
"Kegiatan sambung sanad dan ijazahan ini bertujuan untuk membiasakan para mahasantri membaca kitab-kitab hadis," ujar Mudir Ma'had Aly Hasyim Asy'ari, KH Ahmad Roziqi, Kamis (8/10/2026).
Dipimpin oleh salah satu masyayikh Pesantren Tebuireng, KH Mutohharun Afif, peserta tidak hanya diajak membaca bagian kitab (maqra') yang telah dibagikan, tetapi juga menerima ijazah kitab Sahih Bukhari.
Jalur sanad keilmuan tersebut tersambung hingga Kiai Hasyim Asy'ari melalui Kiai Idris Kamali. Kegiatan diawali dengan pembacaan tawassul dan diikuti jajaran Mudir, Rais Marhalah Tsaniyah, Ketua Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA), serta pengurus idariyyin.
"Kegiatan itu memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendapatkan sanad keilmuan yang tersambung hingga Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy'ari," tutur KH Ahmad Roziqi menegaskan pentingnya kontinuitas tradisi keilmuan pesantren.
Tradisi khataman hadis ini telah berjalan di Ma'had Aly Hasyim Asy'ari sejak tahun 2023, terinspirasi dari kegiatan serupa yang digagas PCNU Jombang sejak 2020.
Selain memperdalam kajian hadis, tradisi ini juga difungsikan sebagai sarana doa dan ikhtiar spiritual memohon keselamatan serta menolak bala bagi masyarakat luas.
"Tema tersebut mengangkat pengembangan studi hadis di pesantren, khususnya bagaimana tradisi transmisi ilmu yang telah diwariskan dari generasi ke generasi dapat terus berkembang menjadi pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan zaman," jelas Roziqi saat menerangkan arah besar kegiatan MUTUN 2026.
MUTUN 2026 sendiri mengusung tema 'Developing Hadith Studies in Pesantren, From the Tradition of Transmission toward the Production of Contemporary Knowledge'.
Forum ini menjadi ruang strategis agar transmisi sanad keilmuan klasik di pesantren tidak sekadar dipertahankan, melainkan mampu merespons tantangan zaman lewat produksi pengetahuan kontemporer.
"Melalui kegiatan ini, tradisi kajian hadis di pesantren diharapkan tidak hanya dipertahankan, tetapi juga terus berkembang menjadi pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan zaman," pungkas KH Ahmad Roziqi.
Editor : SRTVRedaksi