Kepincut Iming Iming BSU, Warga Lengkong Lor Ketipu, Pelaku Mengatasnamakan dari BPJS Ketenagakerjaan

NGANJUK SRTV.CO.ID – Masyarakat di Kecamatan Ngluyu diminta meningkatkan kewaspadaan setelah ditemukan kasus penipuan dengan modus mengatasnamakan pihak BPJS Ketenagakerjaan. Kasus pertama terjadi di Desa Lengkong Lor, dimana seorang warga menjadi korban setelah ditawari “Bantuan Subsidi Upah (BSU)” senilai 3,4 juta rupiah oleh oknum yang mengaku sebagai perwakilan dari BPJS Ketenagakerjaan.

“Kemarin di Lengkong lor ada korban penipuan. Ada orang mengatasnamakan orang jadi BPJS Ketenagakerjaan, mengiming-imingi warga saya akan dapat Bantuan Subsidi Upah dari BPJS tenaga kerja dapat BSU sebesar Rp 3,4 juta,” jelas Kamituwo Lengkong Lor Kecamatan Ngluyu bernama Susanto dalam rekaman suara yang diterima redaksi SRTV.CO.ID Sabtu (7/3/2026)

Oknum penipu menawarkan bantuan subsidi upah dengan dalih verifikasi data diri, sehingga meminta korban menyerahkan dokumen Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Namun, setelah mendapatkan data pribadi korban, oknum tersebut justru mengajukan pinjaman online (pinjol) senilai Rp 3,4 juta rupiah atas nama korban tanpa sepengetahuannya.

“Akhirnya dimintai KK dan KTP. Ternyata diajukan pinjol senilai Rp 3,4 juta itu, Yang satu juta sekian diberikan oknum penipu yang memakai kacamata itu,” tambah Sus menjelaskan kondisi korban yang hanya menerima sebagian dana pinjaman sebagai daya tarik agar tidak curiga.

Kasus ini didukung dengan bukti video yang menunjukkan pelaku penipuan berkacamata dan mengenakan pakaian rapi. Warjio mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh janji bantuan uang tunai tanpa melalui prosedur resmi.

“Kalau video ini aksi pelaku di wilayah kecamatan Loceret, tapi yang itu orang di video memakai berkacamata itu orangnya,” tambah Susanto dalam bahasa Jawa.

Warjio juga telah menyebarkan informasi ini ke seluruh desa se-Kecamatan Ngluyu maupun wilayah Nganjuk untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Langkah ini bertujuan mencegah terjadinya kasus serupa di masa depan.

“Terima kasih sebarkan video ini ke desa masing-masing. Harap semua warga tetap waspada dan selalu memverifikasi informasi bantuan melalui kanal resmi pihak terkait,” pungkas Susanto dalam pesan penyebaran informasi tersebut.

Masyarakat yang menemukan indikasi penipuan serupa dapat melaporkan langsung ke pihak desa atau Kantor Kepolisian terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

Reporter : Inna Dewi Fatimah 

Editor      : Tim Redaksi SRTV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *