Kala Santri Ponpes Modern Jombang Menukar Isoma dengan Kitab Suci  

JOMBANG SRTV.CO.ID – Suasana di Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso, Jombang, tampak berbeda dari biasanya. Ditengah terik matahari bulan Ramadan, lorong-lorong sekolah yang biasanya riuh dengan rumus matematika dan teori sains, kini berganti menjadi simfoni lantunan ayat suci.

Di ponpes yang dikenal dengan sistem modernnya ini, kurikulum formal sejenak bersanding mesra dengan pendalaman spiritual yang intensif.

“Biasanya isoma kita gunakan untuk istirahat sholat dan makan, saat ini ramadan diganti Ngaji. Mulai dari rutinan ngaji kitab kuning, tafsir, hingga tadarus Al-Qur’an,” ujar Atina Bahrun Najah, salah satu pelajar yang antusias mengikuti kegiatan tersebut. Rabu (4/3/2026)

Baginya, momen ini adalah waktu terbaik untuk mempertebal iman di tengah kesibukan sekolah. Kegiatan harian dimulai dengan kajian kitab kuning yang dipandu oleh para kiai dan guru.

Tak ada sekat antara pendidik dan murid, semuanya duduk bersimpuh dalam majelis yang sama. Para guru dan pengurus pondok pun diwajibkan hadir, menciptakan atmosfer kolektif dalam “mengalap” atau mencari keberkahan bulan suci. Meski rindu rumah mulai melanda, para santri memilih bertahan di balik tembok pesantren demi ilmu yang bermanfaat.

Meskipun fokus pada agama meningkat tajam, bangku-bangku kelas tidak lantas ditinggalkan. Pembelajaran formal tetap berjalan setiap harinya, menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual.

Pengasuh Ponpes Darul Ulum, KH. M. Zulfikar As’ad, menegaskan bahwa kombinasi ini adalah kunci masa depan para santri. “Kami berharap program ini mampu mencetak karakter dan keilmuan santri agar bisa diterima dengan baik saat terjun ke masyarakat nanti,” ungkapnya.

Kyai Zulfikar menambahkan bahwa pendidikan formal yang tetap berjalan diharapkan mampu mengantarkan para pelajar meraih cita-cita dan pekerjaan impian mereka tanpa meninggalkan akar religiusitasnya.” Di Darul Ulum, Ramadan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kawah candradimuka untuk menempa generasi yang cerdas secara pikiran dan jernih secara hati.” Jelasnya

Keseruan Ramadan di Jombang ini menjadi bukti bahwa modernitas pendidikan tidak harus menanggalkan tradisi mengaji. Bagi para pelajar ini, jauh dari keluarga di bulan puasa adalah pengorbanan kecil demi bekal besar di masa depan.

Reporter : Faiz Hasan

Editor : Tim Redaksi SRTV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *