SRTV.CO.ID – Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Tel Aviv pada Senin (2/3/2026). Benarkah Netanyahu tewas karena hal itu
Dalam pernyataannya, IRGC menyebut telah memborbardir kantor Netanyahu dan markas besar komandan angkatan udara Israel serta pusat keamanan dan militer di Haifa.
“Kantor perdana menteri kriminal rezim Zionis dan markas besar komandan angkatan udara rezim tersebut menjadi sasaran,” kata IRCG, sebagaimana dikutip media terafiliasi pemerintah Iran, Fars.
IRGC juga menyebut bahwa mereka telah menggunakan rudal jarak jauh tipe Kheibar dalam serangan tersebut. Kheibar merupakan rudal berbahan bakar padat dengan panjang sekitar 11,4 meter.
Selain itu, IRGC juga mengklaim bahwa sasaran target serangan itu “terkena dampak parah”. Mereka juga menyebut bahwa nasib Benjamin Netanyahu tidak diketahui secara pasti.
Sejumlah ledakan memang terdengar di atas Yerusalem pada Senin. Setelah itu, militer Israel (IDF) juga menyebut bahwa mereka telah mengidentifikasi rudal Iran ke Israel.
“Beberapa saat yang lalu, IDF mengidentifikasi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah Negara Israel. Sistem pertahanan beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut,” tulis IDF dalam pernyataannya.
Beberapa jam setelah pengumuman IRGC terkait serangan ke kantor PM Israel, Benjamin Netanyahu tampil di muka publik.
Dikutip dari Xinhua, kantor Netanyahu di Tel Aviv dilaporkan baik-baik saja pada Senin. Pengamatan lapangan yang dilakukan media Cina itu menyebut tak ada tanda-tanda serangan di kantor tersebut.
Saksi mata yang disebut tinggal di dekat kantor PM Israel juga menyebut bahwa tidak ada tanda-tanda serangan. Walaupun, sirene tanda serangan sempat dibunyikan.
Pengamatan wartawan Xinhua di sana juga menyatakan bahwa tidak ada kehadiran personel militer, pasukan polisi, atau petugas tanggap darurat di luar kompleks kantor Netanyahu itu.
Pihak kantor PM Israel belum memberikan komentar terkait hal ini, namun sejumlah analis menilai bahwa keabsahan kabar penyerangan kantor PM Israel perlu dipertanyakan. Amit Segal, analis untuk Channel 12 News Israel, menilai bahwa kabar tersebut adalah palsu.
Sementara itu, saling balas serangan antara AS-Israel dan Iran masih berlangsung. Jatuhnya korban jiwa telah dikonfirmasi oleh kedua belah pihak.
Menurut Palang Merah Iran, setidaknya 555 orang Iran tewas akibat serangan AS-Israel. Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, juga dilaporkan tewas dalam serangan.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengeklaim kematian tiga prajurit AS. Israel di sisi lain telah mengonfirmasi setidaknya 10 orang tewas dan ratusan lain terluka. (**)













