KEDIRI, SRTV.CO.ID – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang di wilayah Jawa Timur, termasuk Kabupaten Kediri, pada periode 11 hingga 20 Februari 2026 yang bertepatan dengan awal bulan puasa.
Peringatan tersebut langsung disikapi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kediri (BPBD) sebagai langkah mitigasi dan pengurangan risiko bencana.
Kabupaten Kediri sendiri masuk dalam wilayah rawan bencana hidrometeorologi dari total 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Karena itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar rumah mengingat perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Joko Sukrisno, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi BMKG, peningkatan potensi cuaca ekstrem telah mulai terjadi sejak awal Februari dan diperkirakan mencapai puncaknya pada 11–20 Februari 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh monsun Asia serta adanya gangguan gelombang atmosfer frekuensi rendah, seperti gelombang Rossby dan gelombang Kelvin, yang melintas di wilayah Jawa Timur.
Joko menegaskan, pada awal puasa ini masyarakat Kabupaten Kediri perlu lebih waspada dan mengutamakan keselamatan. Dalam beberapa hari terakhir, hujan bahkan dilaporkan turun hampir 24 jam tanpa henti disertai angin kencang.
Ia menjelaskan kondisi itu dipicu meningkatnya suhu muka air laut di perairan Selat Madura yang cukup signifikan, ditambah atmosfer lokal yang labil sehingga mendukung pertumbuhan awan konvektif. Situasi tersebut berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang.
BPBD pun mengimbau warga untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG serta segera melapor apabila terjadi potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, maupun pohon tumbang.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : AMS












