Kediri, SRTV.CO.ID – Rangkaian Safari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Kediri resmi berakhir di Kecamatan Pesantren, Rabu (11/2/2026). Dalam forum tersebut, Wakil Wali Kota Kediri Qowimudin Toha menegaskan pentingnya memprioritaskan kebutuhan paling mendesak di tengah keterbatasan fiskal daerah.
Qowimudin mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam menyampaikan aspirasi pembangunan. Menurutnya, Musrenbang menjadi wujud transparansi dan akuntabilitas pemerintah dalam merumuskan kebijakan berbasis kebutuhan warga.
“Pada Musrenbang tahun lalu, Kecamatan Pesantren mengusulkan 122 program. Sebagian telah masuk Perubahan APBD 2025, dan 42 usulan lainnya diakomodasi dalam APBD 2026,” jelasnya.
Sejumlah program yang telah terealisasi di antaranya pengadaan buku taman baca, pelatihan kesehatan bagi perempuan kepala keluarga, program kelurahan ramah anak, pengaspalan jalan, rehabilitasi irigasi, pelatihan pengelolaan sampah, penguatan UMKM, pembinaan pondok pesantren, hingga pengembangan seni budaya.
Ia juga menyoroti dampak pelebaran Jalan Betet–Kresek yang kini menjadi jalur strategis penghubung wilayah Pesantren. Infrastruktur tersebut dinilai meningkatkan konektivitas dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Namun demikian, Qowimudin mengakui Pemkot Kediri menghadapi tantangan fiskal akibat berkurangnya dana transfer daerah dan dana bagi hasil cukai dari pemerintah pusat. Meski harus melakukan efisiensi anggaran, ia memastikan program prioritas tetap berjalan.
“Kami tetap berkomitmen menjaga kualitas pelayanan publik agar adil dan merata,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Pesantren Yudi Kuncoro menyampaikan bahwa Musrenbang tingkat kecamatan merangkum hasil Musrenbang kelurahan. Tahun ini terdapat sekitar 82 usulan yang akan diseleksi berdasarkan urgensi dan kebutuhan masyarakat.
“Prioritas tetap pada infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Kami akan mengawal usulan yang mendesak, khususnya untuk target realisasi 2027,” ujarnya.
Pihak kecamatan juga akan melakukan pengecekan langsung kondisi bangunan sekolah yang berpotensi rusak serta evaluasi fasilitas pelayanan puskesmas guna memastikan layanan tetap optimal.
Musrenbang tersebut turut dihadiri Forkopimcam, tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, Ketua FKUB sekaligus Ketua MUI Kecamatan Pesantren, serta perwakilan warga dari berbagai kelurahan.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: AMS












