NGANJUK,SRTV.CO ID – Saat gelombang media sosial semakin menggempur ruang informasi publik, peringatan Hari Pers Nasional 2026 dengan tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” menjadi panggilan penting untuk menjaga esensi profesi wartawan.
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Nganjuk mengangkat isu profesionalisme sebagai fondasi utama agar pers tetap menjadi pilar bangsa yang handal.
Ketua PWI Kabupaten Nganjuk, Bagus Jati Kusumo, mengungkapkan bahwa tantangan yang dihadapi insan pers saat ini bukan hanya tentang kecepatan menyampaikan berita, tetapi juga bagaimana memastikan setiap informasi yang disebarkan memiliki akurasi dan integritas yang tinggi.
“Media sosial bisa menyebarkan berita dalam hitungan detik, tapi tidak semua membawa nilai edukatif dan benar. Itulah mengapa profesionalisme kita sebagai wartawan harus jadi standar emas, mulai dari proses pencarian fakta, verifikasi sumber, hingga penyajian yang objektif,” ujar Bagus dalam acara peringatan di Sekretariat PWI Kabupaten Nganjuk, Senin (9/2/2026).

Dalam perjalanan karirnya sebagai wartawan selama lebih dari 15 tahun, Bagus melihat perubahan signifikan dalam cara masyarakat mengonsumsi berita. Banyak orang kini lebih mudah terpengaruh oleh konten yang viral tanpa memeriksa kebenarannya, membuat peran pers sebagai “penjaga kebenaran” semakin krusial.
Seorang wartawan muda dari salah satu media lokal di Nganjuk, bernama Jamal mengaku merasakan tekanan untuk bersaing dengan kecepatan informasi di platform digital. Namun, ia menegaskan bahwa pelatihan dan pembinaan dari PWI Nganjuk membuatnya semakin memahami pentingnya tidak mengorbankan kualitas demi kecepatan.
“Saat pertama kali bekerja, saya sering tergoda untuk segera memposting berita. Tapi kemudian saya diajarkan bahwa setiap kata yang kita tulis memiliki dampak bagi masyarakat. Profesionalisme itu bukan hanya aturan, tapi tanggung jawab kita terhadap bangsa,” ucap Jamal.

Selain menjaga kualitas berita, PWI Nganjuk juga berkomitmen untuk mendukung kesejahteraan insan pers agar dapat fokus pada tugasnya. Langkah ini dianggap penting untuk mewujudkan “ekonomi berdaulat” bagi profesi pers, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh berbagai bentuk tekanan atau godaan.
“Dengan profesionalisme yang tinggi dan kesejahteraan yang terjamin, kita yakin pers dapat berkontribusi lebih besar dalam membangun bangsa yang kuat dan cerdas. Ini adalah hadiah terbaik yang bisa kita berikan dalam Hari Pers Nasional tahun ini,” pungkas Bagus.
Reporter : Inna Dewi Fatimah
Editor : Tim Redaksi SRTV












