Berita  

Korban Tenggelam di Bengawan Solo Lamongan Ditemukan Tak Bernyawa

Tim SAR gabungan mengevaluasi korban tenggelam (Ist)

Lamongan, SRTV.CO.ID – Setelah dua hari pencarian intensif, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan MN (13), remaja asal Desa Kendal, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, yang dilaporkan hanyut di Sungai Bengawan Solo. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (4/2/2026) sore.

Jasad MN ditemukan sekitar pukul 17.45 WIB, berjarak kurang lebih satu kilometer dari lokasi awal kejadian di kawasan Taman Mahoni, Desa Kendal, Kecamatan Sekaran.

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, membenarkan penemuan korban tersebut. Ia mengatakan, jasad MN ditemukan setelah Tim SAR gabungan melakukan penyisiran menyeluruh di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo.

“Korban berhasil ditemukan pada hari kedua pencarian dalam kondisi meninggal dunia, sekitar satu kilometer dari titik awal hanyut,” ujar Ipda Hamzaid.

Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka. Pada pukul 18.15 WIB, Tim SAR gabungan melaksanakan debriefing dan secara resmi menutup operasi pencarian.

“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing,” tambahnya.

Sebelumnya, pencarian hari kedua dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan apel kesiapan yang dipimpin Kapolsek Sekaran Iptu Ahmad Zunaedi bersama Kasat Polair AKP Guntur. Apel diikuti unsur Polri, Basarnas Bojonegoro, BPBD Lamongan, Satpolairud, relawan, serta instansi terkait lainnya.

Dalam operasi tersebut, tim SAR mengerahkan tiga unit perahu karet milik Basarnas Bojonegoro, BPBD Lamongan, dan Satpolairud Polres Lamongan untuk menyisir aliran sungai, dengan mempertimbangkan kondisi arus dan cuaca.

Diketahui, peristiwa hanyutnya MN terjadi pada Selasa (3/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB di kawasan Babakan Taman Mahoni, Desa Kendal. Korban sebelumnya berenang bersama beberapa temannya di sungai sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat berada di tengah sungai, arus mendadak deras. Diduga korban tidak mampu berenang sehingga terseret arus. Salah satu temannya sempat meminta pertolongan, yang kemudian terdengar oleh warga sekitar.

Seorang remaja berinisial R (14) berhasil diselamatkan warga, sementara MN terseret arus dan menghilang. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Sekaran dan dilanjutkan dengan koordinasi bersama BPBD serta Tim SAR.

Pencarian pada hari pertama sempat dihentikan sementara akibat hujan deras dan angin kencang yang membuat kondisi arus sungai membahayakan keselamatan petugas.

“Pencarian sempat dihentikan demi keselamatan tim karena kondisi cuaca yang tidak mendukung,” pungkas Ipda Hamzaid.***

Reporter: Suprapto

Editor : AMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *