Berita  

Usai Dugaan Keracunan, SPPG Pemasok MBG SMK Sore Tulungagung Jalani Sidak BGN

Sembilan pelajar SMK Sore Tulungagung menjalani perawatan di Puskesmas Beji yang diduga mengalami keracunan usai mengkonsumsi MBG (isal)

TULUNGAGUNG, SRTV.CO.ID — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ponpes MIA di Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, menjalani inspeksi mendadak menyusul laporan dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Sore Tulungagung. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan fasilitas dapur masih perlu pembenahan standar kebersihan.

Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Tulungagung, Sebrina Mahardika, mengatakan inspeksi dilakukan segera setelah pihaknya menerima laporan keluhan kesehatan dari siswa penerima MBG.

“Begitu laporan masuk, kami langsung melakukan observasi ke SPPG Moyoketen I atau Ponpes MIA,” ujar Sebrina, Jumat (23/1/2026).

Peninjauan dilakukan untuk menelusuri kemungkinan penyebab munculnya keluhan seperti mual, sakit perut, muntah, hingga diare yang dialami sejumlah pelajar usai mengonsumsi MBG.

Dalam pemeriksaan lapangan, tim BGN menemukan sejumlah ketidaksesuaian dengan standar operasional. Salah satunya penggunaan produk roti dari UMKM yang tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa dan belum berlabel halal.

“Produk mitra SPPG wajib memenuhi ketentuan, termasuk masa kedaluwarsa dan label halal,” tegas Sebrina.

Selain itu, kondisi dapur dinilai kurang higienis. Tim mendapati ceceran darah di lantai yang diduga berasal dari ayam beku yang terlalu lama dibiarkan di luar freezer hingga es mencair. Lokasi pencucian ompreng juga menjadi sorotan karena wadah makanan yang telah dicuci tidak segera dipindahkan ke ruang penyimpanan tertutup.

“Ayam beku dibiarkan terlalu lama di luar freezer dan ompreng yang sudah dicuci masih berada di area pencucian,” jelasnya.

Berdasarkan temuan tersebut, BGN menyimpulkan SPPG Moyoketen I perlu melakukan pembenahan serius, terutama terkait kebersihan dapur dan pengelolaan sisa bahan makanan agar tidak menjadi sumber kontaminasi.

Sebagai tindak lanjut, operasional SPPG Moyoketen I dihentikan sementara sambil menunggu evaluasi lanjutan dari BGN Pusat. Langkah ini sekaligus menjadi peringatan bagi seluruh SPPG agar konsisten menjaga standar keamanan dan kebersihan pangan.

“Saat ini Satgas MBG bersama kepolisian telah mengamankan sampel makanan untuk diuji di laboratorium,” pungkas Sebrina.*

Reporter: Sholeh Sirri
Editor: AMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *