Berita  

Marhaenisme Dinyalakan dari Nganjuk, Ketua DPC PDI Perjuangan Pompa Semangat Targetkan 15 Kursi Pileg 2029

Nganjuk, SRTV.CO.ID – Api Marhaenisme kembali dinyalakan dari Bumi Anjuk Ladang. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk menggelar rapat koordinasi strategis sebagai bagian dari konsolidasi ideologi, organisasi, dan arah perjuangan partai menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) PDI Perjuangan ke-53, 10 Januari 2026.

Rapat yang dihadiri seluruh struktur partai, mulai DPC, PAC se-Kabupaten Nganjuk hingga ranting, menjadi ruang peneguhan kembali jalan politik PDI Perjuangan: politik ideologis yang berpihak pada kaum Marhaen, wong cilik, dan rakyat tertindas oleh ketimpangan struktural.

Dalam forum tersebut, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk, Dr. H. Marhaen Jumadi, menunjukkan keteladanan ideologis dengan menyumbangkan dana kas sebesar Rp 50 juta untuk DPC. Sumbangan ini diperuntukkan bagi persiapan peringatan HUT ke-53, yang akan digelar melalui upacara ideologis sebagai simbol disiplin, militansi, dan kesetiaan kader pada ajaran Bung Karno.

“Partai ini tidak dibesarkan oleh modal besar, tetapi oleh kesadaran ideologis dan gotong royong kader. Marhaenisme hidup ketika pengurus memberi contoh, bukan sekadar instruksi,” tegas Marhaen Jumadi dalam arahannya.

Peringatan HUT PDI Perjuangan di Nganjuk tidak dimaknai sebagai seremoni belaka, melainkan ritual politik ideologis untuk menguatkan kembali garis perjuangan partai sebagai alat perjuangan rakyat. Seluruh kader diwajibkan hadir, berdiri sejajar, tanpa sekat jabatan, sebagai simbol kesetaraan kaum Marhaen.

Lebih jauh, rapat koordinasi ini menegaskan target elektoral PDI Perjuangan Nganjuk pada Pileg 2029, yakni 15 kursi DPRD Kabupaten Nganjuk. Target tersebut bukan ambisi kekuasaan semata, melainkan alat perjuangan politik agar kebijakan daerah benar-benar berpihak pada petani, buruh, pedagang kecil, pelaku UMKM, dan generasi muda.

“15 kursi adalah mandat ideologis. Kursi harus menjadi alat perjuangan, bukan alat kekuasaan. Wakil rakyat PDI Perjuangan wajib turun ke bawah, hidup bersama rakyat, dan berjuang bersama kaum Marhaen,” tandasnya.

Dengan konsolidasi yang mengakar hingga ranting, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk menegaskan kesiapan menjadi benteng ideologi Marhaenisme di tingkat daerah, menyongsong 2029 dengan garis politik yang tegas: setia pada rakyat, setia pada ideologi, setia pada perjuangan.

Reporter : Ahmad Zaki Mawardi
Editor : Tim Redaksi SRTV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *