Kematian Khamenei dan Serbuan Medsos, Narasi Hadis vs Realitas Geopolitik Iran – Israel yang Mengguncang Dunia

NGANJUK SRTV.CO.ID – Kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei usai serangan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) memicu gelombang narasi baru yang menghubungkan situasi terkini di Timur Tengah dengan hadis tentang akhir zaman.

Narasi ini ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial, termasuk oleh akun Instagram @barengsiroh yang mengangkat hubungan antara peristiwa terkini dengan riwayat kota Isfahan dan potensi persatuan yang disebutkan dalam sabda Nabi Muhammad SAW.

“Gejolak yang terjadi di Iran hari ini, rupanya sudah lebih dulu terproyeksi sejak 1.400 tahun lalu melalui sabda Nabi, bukan yang kamu sangka sebagai konflik sederhana antara negara-negara,” tulis akun Instagram @barengsiroh dalam unggahannya yang langsung menarik perhatian ribuan pengguna media sosial.

Unggahan tersebut menghubungkan kematian Khamenei, potensi kembalinya Reza Pahlavi putra mahkota Iran yang diasingkan, dengan hadis tentang Isfahan dan Khurasan. Narasi ini menyatakan bahwa peristiwa yang terjadi saat ini bukan sekadar konflik geopolitik, melainkan bagian dari rangkaian peristiwa yang telah diramalkan sejak zaman nabi.

“Dan yang beliau (Nabi) sabdakan … bukan yang kamu sangka,” demikian bagian kutipan dari unggahan tersebut, yang mengingatkan bahwa makna di balik peristiwa ini mungkin lebih dalam dari sekadar perselisihan kekuasaan atau kepentingan wilayah.

Dalam unggahannya, akun tersebut juga menjelaskan bahwa runtuhnya rezim Khamenei dan dukungan AS serta Israel terhadap kembalinya trah Pahlevi dipandang sebagai langkah menuju terwujudnya apa yang disebutkan dalam hadis.

Rencana pergantian rezim yang dirancang dari luar Iran dinilai sebagai bagian dari upaya untuk membentuk kondisi yang sesuai dengan apa yang telah disabdakan.

“Bukan Tel Aviv. Bukan New York. Isfahan, kota di jantung Iran,” ungkap akun tersebut, menekankan peran penting kota Isfahan yang menjadi rumah bagi sekitar 70 ribu komunitas Yahudi serta pusat program nuklir Iran.

Dalam narasi juga menyebutkan bahwa jumlah tersebut tidak sekadar angka biasa, melainkan memiliki kaitan dengan pernyataan hadis tentang 70 ribu orang yang akan berbaris mengikuti Dajjal.

Bahkan dikemukakan bahwa Israel tengah memanggil 70 ribu tentara cadangan untuk berperang melawan Iran, yang dianggap sebagai bagian dari rangkaian peristiwa yang saling terkait.

“70.000 Yahudi dari Isfahan… Berbaris mengikuti Dajjal… Nabi tidak menyebut ini sebagai negara musuh Yahudi. Beliau menyebutnya sebagai titik persatuan,” demikian penjelasan yang disampaikan dalam unggahan tersebut, yang membedakan perspektif hadis dengan pandangan umum tentang konflik Iran-Israel.

Saat ini, narasi yang menghubungkan geopolitik dengan ajaran akhir zaman menjadi topik hangat di kalangan masyarakat yang memperhatikan perkembangan situasi di Timur Tengah.

Banyak yang melihatnya sebagai panggilan untuk lebih mendalam memahami makna sejarah dan keyakinan yang melatarbelakangi dinamika konflik yang kompleks di kawasan tersebut.

Reporter : Inna Dewi Fatimah
Editor : Tim Redaksi SRTV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *