JOMBANG, SRTV.CO.ID – Olahraga domino memasuki babak baru di Kabupaten Jombang. Melalui wadah Organisasi Olahraga Domino Jombang (Orado), permainan yang identik dengan aktivitas santai mulai diarahkan menjadi cabang olahraga prestasi dengan fokus penjaringan bibit unggul dari kalangan milenial dan pelajar.
Ketua Orado Jombang, Muhammad Hakam Amarulloh, menyampaikan struktur kepengurusan telah terbentuk sejak awal tahun. Ia berkomitmen mengubah stigma negatif terhadap domino dan mendorongnya sebagai olahraga asah otak yang diakui secara nasional.
“Domino bukan sekadar permainan tradisional, melainkan olahraga yang melatih konsentrasi, strategi, dan kemampuan berpikir logis,” ujarnya saat kegiatan bersama pelajar SMA, Selasa (17/02).
Untuk mencetak atlet bermental kompetisi, Orado Jombang menyiapkan program sosialisasi ke berbagai instansi pendidikan, mulai tingkat SMP hingga SMA di Kota Santri. Kegiatan akan dikemas melalui workshop serta pertandingan persahabatan yang bersifat edukatif.
“Target kami, domino bisa dikenalkan sejak usia pelajar sebagai bagian dari pembinaan karakter dan kecerdasan,” tandasnya.
Ia meyakini dengan pendekatan yang tepat, domino dapat bertransformasi menjadi olahraga modern yang mendidik dan kompetitif.
“Orado Jombang optimistis domino akan semakin dikenal sebagai olahraga modern yang mendidik, kompetitif, dan mampu mencetak atlet berprestasi dari generasi muda,” tambahnya.
Antusiasme pelajar terlihat dalam simulasi pertandingan yang digelar. Para siswa tampak serius menyusun strategi melalui balak-balak yang dimainkan.
Salah satu peserta, Faiz Dwi Febrian, mengaku tertarik dengan aspek taktis permainan tersebut.
“Senang sekali bisa ikut main domino. Ini hal baru buat saya. Ini bukan hanya permainan, melainkan olahraga yang mampu mengolah kecerdasan otak. Saya langsung daftar gabung ke Orado Jombang,” ungkapnya.
Kehadiran Orado Jombang diharapkan membawa warna baru bagi dunia olahraga di Kabupaten Jombang sekaligus membuktikan bahwa domino layak dikembangkan dan dikompetisikan secara profesional.***
Reporter : Agung Pamungkas
Editor : AMS












