KEDIRI, SRTV.CO.ID — Memasuki awal tahun 2026, kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) tetap menjadi magnet utama wisatawan di Kabupaten Kediri. Meski masa libur sekolah tinggal menyisakan dua hari dan libur Tahun Baru telah memasuki hari keempat, arus kunjungan masyarakat ke kawasan ikon daerah tersebut masih terpantau tinggi.
Selama periode libur Tahun Baru, SLG dipadati pengunjung dari berbagai daerah. Tidak hanya monumen SLG yang menjadi daya tarik utama, kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di sekitarnya, termasuk Taman Pinka Paron SLG, juga ramai dikunjungi dan menjadi alternatif destinasi wisata keluarga.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, menyampaikan bahwa tingginya jumlah kunjungan tidak terlepas dari upaya pemerintah daerah dalam melakukan penataan dan mempercantik kawasan SLG menjelang pergantian tahun.
“Kawasan SLG dan RTH di sekitarnya memang kami persiapkan dan percantik sebelum Tahun Baru. Alhamdulillah, sesuai perkiraan, ribuan pengunjung datang dan menikmati suasana yang nyaman,” ujar Mustika.
Ia menegaskan, antusiasme masyarakat tersebut menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab bagi pemerintah daerah untuk terus memberikan pelayanan terbaik, khususnya dalam menjaga kenyamanan, keamanan, dan kebersihan kawasan wisata.
Mustika juga mengimbau para pengunjung agar turut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan selama berwisata. Menurutnya, fasilitas tempat sampah telah disediakan di berbagai titik strategis di kawasan SLG.
“Setiap hari petugas kebersihan dari DLH mengangkut sekitar 2,5 ton sampah dari kawasan SLG. Karena itu, kami mengajak pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan demi kenyamanan bersama,” jelasnya.
Secara umum, lanjut Mustika, hampir seluruh destinasi wisata di Kabupaten Kediri mengalami peningkatan kunjungan selama libur Tahun Baru. Kondisi tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap pendapatan asli daerah (PAD), khususnya dari sektor pariwisata.
“Ramainya kunjungan wisata ini menjadi peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata,” pungkasnya.*
Reporter: Bakti Wijayanto
Editor: AMS












