Berita  

Dampingi Menteri Transmigrasi, Kades Jambu Promosikan Alpukat Kelud dan Tabulampot Desa Wisata Jambu Kediri

Agus Joko Susilo Kepala Desa Jambu Kecamatan Kayen Kidul bersama Mohamad Iftitah Sulaiman Suryanagara Menteri Transmigrasi RI di Batam perkenalkan Alpukat Kelud Kediri dan Tabulampot Indonesia Desa Wisata Jambu Kediri (ist)

KEDIRI, SRTV.CO.ID — Kepala Desa Jambu, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, Agus Joko Susilo, mendampingi Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Mohamad Iftitah Sulaiman Suryanagara, dalam rangkaian agenda Kementerian Transmigrasi yang digelar di Batam pada akhir Desember 2025.

Dalam kegiatan tersebut, Agus Joko Susilo dipercaya menjadi narasumber sekaligus memperkenalkan produk unggulan Tabulampot Indonesia Desa Wisata Jambu Kediri kepada komunitas transmigrasi di Batam. Partisipasi ini sejalan dengan visi Kementerian Transmigrasi dalam mendorong pengembangan pusat-pusat ekonomi baru berbasis potensi lokal.

Pada forum berskala nasional tersebut, Agus memaparkan komoditas unggulan Alpukat Kelud Kediri serta konsep pengelolaan Desa Wisata Jambu yang mengusung budidaya tanaman buah dalam pot (tabulampot). Model pengembangan ini dinilai efektif dalam menarik minat masyarakat, baik untuk berkunjung, belajar, maupun mengembangkan usaha tabulampot secara mandiri.

Merupakan kehormatan bagi saya dapat mendampingi Menteri Transmigrasi selama hampir satu pekan. Saya diberi kesempatan menyampaikan materi pengelolaan Tabulampot Indonesia Desa Wisata Jambu sekaligus memperkenalkan Alpukat Kelud Kediri dalam forum nasional,” ujar Agus Joko Susilo.

Ia menyampaikan bahwa konsep Desa Wisata Jambu berbasis tabulampot mendapat respons positif dan dinilai memiliki potensi besar untuk direplikasi di berbagai daerah, termasuk kawasan transmigrasi, sebagai model pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pertanian inovatif.

Agus Joko Susilo dikenal luas di tingkat nasional berkat keberhasilannya mengembangkan Desa Wisata Jambu. Sejumlah pejabat negara tercatat telah berkunjung langsung ke taman bibit Kediri dan kawasan Tabulampot Indonesia Desa Wisata Jambu untuk melihat praktik pengelolaan secara langsung.

Tak hanya menarik minat wisatawan domestik, kawasan tersebut juga kerap dikunjungi tamu dari berbagai daerah hingga mancanegara yang ingin mempelajari sistem budidaya dan pengelolaan tabulampot secara profesional.

Kolaborasi dengan Kementerian Transmigrasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan Tabulampot Indonesia Desa Wisata Jambu agar semakin maju dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkasnya.***

Reporter: Bakti Wijayanto
Editor: AMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *